Pemkot Jaktim perkuat pangan lewat produk unggulan tiap kecamatan

2 weeks ago 5

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi melalui produk unggulan pertanian perkotaan (urban farming) di setiap kecamatan.

"Kita terus gencarkan pengembangan urban farming berbasis potensi wilayah. Salah satu strategi utama yang didorong adalah konsep 'Satu Kecamatan Satu Produk Unggulan'," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto dalam "Sosialisasi Urban Farming untuk Ketahanan Pangan Kita di Jakarta Timur", Senin.

Menurut dia, urban farming kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar aktivitas berkebun di perkotaan. Urban farming merupakan strategi nyata untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kemandirian wilayah, hingga membantu menjaga stabilitas harga pangan.

"Urban farming untuk kita bersama, dengan ketahanan pangan sebagai tujuan utama yang kita tekankan," ujarnya.

Taufik menyebut kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pra-roadshow Urban Farming Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2026.

Program roadshow tersebut dijadwalkan mulai pada 14 April 2026 di Kecamatan Cipayung dan akan berakhir pada 24 September 2026 di Kecamatan Cakung, serta dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan.

Menurut Taufik, roadshow ini menjadi momentum penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat secara luas dalam pengembangan urban farming. Melalui kegiatan ini, Pemkot Jaktim berharap muncul inovasi dan kreativitas warga dalam mengelola potensi pangan lokal.

Baca juga: DKI targetkan 5 persen kebutuhan pangan lewat urban farming pada 2030

"Ke depan kita ingin mewujudkan konsep 'Satu Kecamatan Satu Produk Unggulan'. Artinya setiap kecamatan memiliki komoditas unggulan berbasis potensi wilayah masing-masing, baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun pengolahan pangan," jelas Taufik.

Selain itu, Taufik menjelaskan, konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas ekonomi lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan adanya produk unggulan di tiap kecamatan, distribusi pangan dapat lebih merata dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa dikurangi.

Selain itu, pemanfaatan lahan sempit dan lahan tidur menjadi salah satu fokus utama dalam program urban farming. Sehingga, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan menjadi hambatan, melainkan peluang untuk berinovasi dalam produksi pangan.

"Urban farming dapat mengoptimalkan ruang yang terbatas menjadi lahan produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ucap Taufik.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Bagian Perekonomian, Sudin KPKP, Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik), dan mendapat dukungan dari Baznas Bazis Jakarta Timur.

Baca juga: Melon Inthanon jadi daya tarik panen raya "urban farming" di Jaktim

Taufik menegaskan, kolaborasi tersebut menunjukkan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Webinar ini juga menghadirkan tiga narasumber yang memberikan materi aplikatif sesuai bidang keahlian masing-masing.

Di antaranya praktisi urban farming dari BST Consulting, penggiat pemanfaatan lahan kosong dari Kelompok Tani Berkah Jaya Kecamatan Duren Sawit, serta praktisi budidaya perikanan konsumsi berbasis bioflok dari Kecamatan Ciracas.

Para peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai unsur, mulai dari aparatur kecamatan, penyuluh pertanian dan perikanan, Tim Penggerak PKK, petugas PPSU, hingga komunitas urban farming di 10 kecamatan. Tercatat sekitar 500 peserta mengikuti webinar secara daring.

Taufik berharap, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah masing-masing, sekaligus mengembangkan potensi produk unggulan daerah.

"Kami berharap para peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan menjadi motor penggerak di lingkungannya," ujar Taufik.

Taufik juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam menyukseskan program urban farming sebagai solusi berkelanjutan di tengah tantangan perkotaan, termasuk dalam mengendalikan inflasi pangan.

Baca juga: DKI gencarkan pertanian perkotaan lewat panen raya di 807 titik

"Jika masyarakat mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka stabilitas harga akan lebih terjaga, inflasi dapat dikendalikan, dan masyarakat menjadi lebih mandiri serta sejahtera," ucap Taufik.

Melalui program ini, Pemkot Jaktim optimistis dapat membangun sistem ketahanan pangan yang kuat, berbasis komunitas, serta berkelanjutan di masa depan.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |