Pemilir nilai WFA beri fleksibilitas waktu untuk kembali beraktivitas

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemilir menilai penerapan kebijakan kerja di mana saja (Work From Anywhere/WFA) pada masa arus balik Lebaran, memberi keleluasaan waktu untuk kembali beraktivitas setelah libur panjang, sekaligus membantu memperlancar perjalanan.

Sejumlah pemilir yang ditemui di Terminal Terpadu Polo Gebang, Jakarta, Rabu menilai, fleksibilitas yang diberikan melalui skema WFA membuat mereka tidak terburu-buru kembali, sehingga dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih nyaman.

Imam, pemilir dari Brebes mengatakan kebijakan tersebut berdampak langsung pada kelancaran perjalanan yang membuat waktu tempuh lebih singkat.

"Membantu untuk istirahat juga abis mudik,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Ferry, pekerja swasta yang melakukan perjalanan dari Palembang menuju Terminal Pulo Gebang. Ia menyebut perjalanannya tidak memakan waktu hingga satu hari penuh.

“WFA ngebantu, karena kita biar pulang ga barengan. Jadi mengurangi kemacetan,” kata Ferry.

Sementara itu, Yudhi, pemilir yang melakukan perjalanan dari Bali menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, menilai fleksibilitas kebijakan kerja, baik melalui WFA maupun cuti, memberikan alternatif bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan sekaligus menyiapkan diri kembali ke rutinitas kerja.

Ia sendiri tidak menggunakan skema WFA, melainkan cuti tahunan. Meski begitu, ia menilai adanya fleksibilitas ini membantu mengurai kepadatan.

“Mempermudah sih sebenernya,” ujar Yudhi.

Baca juga: Kapolri pastikan pengendalian lalu lintas arus balik berjalan optimal

Baca juga: KSOP: Mudik masih berlangsung H+4 di Pelabuhan Banjarmasin 1.000 orang

Baca juga: InJourney pastikan layanan bagasi lancar saat arus balik Lebaran 2026

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kebijakan kerja fleksibel WFA efektif menekan kepadatan arus balik mudik Lebaran 2026.

Dudy menyampaikan kebijakan tersebut mampu menurunkan proyeksi jumlah kendaraan yang kembali pada puncak arus balik.

“Kalau kita melihat arus balik, itu kan semula kita memprediksi 285 ribu menjadi 250 ribu, kemudian di arus penyeberangan juga ada penurunan, jadi saya melihat ada efektivitas," kata Dudy usai melakukan tinjauan di Jasamarga Tollroad Command Center, Bekasi, Rabu.

Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan angkutan umum selama periode Lebaran dari H-8 hingga H+3 meningkat sebesar 4,07 persen, dengan jumlah keberangkatan penumpang naik 11,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga mencatat puncak arus balik yang terjadi pada Selasa (24/3) mencapai 256.338 kendaraan dalam satu hari, lebih tinggi dari periode Lebaran tahun lalu sebesar 223.163 kendaraan.

Tak hanya WFA ia juga menilai kebijakan diskon tarif tol dapat berpotensi memberikan dampak terhadap distribusi arus kendaraan sehingga tidak terpusat pada waktu tertentu.

Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan tersebut guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret.

“Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere maupun diskon tarif tol yang diberlakukan pada tanggal 26 dan 27 sebesar 30 persen,” ujarnya.

Baca juga: Jasa Marga prediksi puncak arus balik 29 Maret capai 250.000 kendaraan

Baca juga: Menteri PU: Arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan relatif lancar

Baca juga: Rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cipali dihentikan

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |