Kementan kendalikan PMK di Lampung Timur lewat vaksinasi-biosekuriti

2 hours ago 2
Vaksinasi PMK merupakan langkah strategis dan krusial untuk menekan penyebaran penyakit. Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin yang aman, bermutu, dan tepat waktu sebagai bagian dari peta jalan pengendalian PMK nasional,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian mengendalikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lampung Timur melalui penguatan vaksinasi dan biosekuriti guna menekan penyebaran penyakit serta melindungi populasi ternak dari risiko penularan.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa mengatakan, pengendalian PMK diperkuat melalui percepatan vaksinasi yang terencana dan terdistribusi dengan baik.

“Vaksinasi PMK merupakan langkah strategis dan krusial untuk menekan penyebaran penyakit. Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin yang aman, bermutu, dan tepat waktu sebagai bagian dari peta jalan pengendalian PMK nasional,” kata Hendra dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia memastikan, penanganan PMK di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur dalam kondisi terkendali. Intervensi cepat yang dilakukan sejak awal terbukti efektif menekan penyebaran dan mempercepat pemulihan ternak milik peternak rakyat.

Baca juga: Kementan bidik kerja sama dengan USDA pada kesehatan hewan-biosekuriti

"Berdasarkan hasil investigasi terbaru petugas Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Timur pada Senin, 23 Maret 2026, kasus yang beredar merupakan akumulasi kejadian sejak Februari hingga Maret 2025, bukan kasus baru," ujarnya.

Dari hasil penelusuran lapangan, kata dia, tercatat sebanyak 135 ekor ternak terdampak, dengan 25 ekor kematian. Sebagian besar kematian terjadi pada pedet (anak sapi) yang induknya bergejala PMK, sementara satu kasus pada sapi dewasa terindikasi PMK, dan dua kematian lainnya dipastikan bukan akibat PMK.

Mayoritas kasus ditemukan pada ternak yang belum divaksinasi, meskipun sebelumnya telah dilakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada peternak.

Meski demikian, langkah cepat pemerintah menunjukkan hasil nyata. Penanganan berupa pelayanan kesehatan hewan, penyemprotan disinfektan, pemberian obat dan vitamin, serta penguatan edukasi telah berdampak pada kesembuhan ternak.

Baca juga: Kementan alokasikan 151 ribu dosis vaksin di Jabar demi kendalikan PMK

Ia menjelaskan, untuk Provinsi Lampung pada 2026 dialokasikan sebanyak 338.000 dosis vaksin PMK yang dibagi dalam dua periode vaksinasi, yakni Januari-Maret dan Juli-September, masing-masing sebanyak 169.000 dosis.

"Hingga pertengahan Maret 2026, pemerintah telah mendistribusikan 169.000 dosis vaksin ke Provinsi Lampung, terdiri dari 100.000 dosis pada Januari-Februari dan tambahan 69.000 dosis pada pertengahan Maret," katanya.

Khusus untuk Kabupaten Lampung Timur, tambah Hendra, telah disalurkan 6.500 dosis vaksin dengan realisasi penyuntikan mencapai 5.124 dosis atau sekitar 78 persen. Pemerintah juga akan menambah alokasi sebanyak 6.000 dosis untuk mempercepat perlindungan ternak di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Lampung Suryantana menambahkan, pihaknya terus memperkuat investigasi epidemiologis dan dukungan teknis.

Balai Veteriner Lampung telah melakukan penelusuran kasus, wawancara dengan petugas dan peternak, serta pengambilan sampel pada hewan sakit dan bangkai ternak.

"Kami juga memperkuat surveilans dan konfirmasi laboratorium untuk memastikan diagnosis serta mempercepat pengendalian,” kata Suryantana.

Ia juga mengimbau peternak untuk tetap tenang dan disiplin dalam menerapkan langkah pengendalian di kandang serta segera melaporkan bila ada kasus, melakukan isolasi ternak sakit, kemudian membatasi lalu lintas ternak.

"Penerapan biosekuriti secara disiplin menjadi kunci utama,” tegasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Lampung, Anwar Bahri, mengatakan, pihaknya terus mendorong percepatan pengendalian secara terkoordinasi.

Anwar mengatakan, tim provinsi bersama kabupaten terus melakukan pendampingan di lapangan, termasuk penguatan biosekuriti, percepatan disinfeksi, serta edukasi kepada peternak.

"Kami juga mendorong percepatan vaksinasi sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kekebalan ternak dan mencegah penyebaran lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Lampung Timur, Dwi Giyarti menyampaikan penanganan telah dilakukan sejak awal laporan diterima.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada peternak, penyemprotan disinfektan, serta pengobatan suportif berupa pemberian vitamin dan terapi sesuai petunjuk teknis.

"Tim medis dan paramedis juga sudah diturunkan untuk memperkuat penanganan di lokasi,” ujarnya.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |