Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan, penyediaan BBM subsidi bagi PT KAI bertujuan untuk membantu meningkatkan kenyamanan layanan publik baik bagi penumpang maupun barang.
Dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu, disampaikan dia, BBM subsidi memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran operasional transportasi, termasuk layanan kereta api, khususnya pada periode arus mudik dan balik periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 (RAFI).
Menurutnya, pemanfaatan BBM subsidi yang efisien pada transportasi publik juga diharapkan memberi rasa nyaman bagi masyarakat. Oleh karena itu BPH Migas terus melakukan evaluasi pemanfaatan BBM subsidi agar tepat sasaran dan tepat volume
“Terkait penyediaan BBM subsidi, ada uang negara yang dititipkan kepada PT KAI. Semoga alokasi BBM subsidi membantu meningkatkan kinerja PT KAI, dalam arti meningkatkan layanan publik, khususnya kepada masyarakat, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan ekonomi,” ungkap Wahyudi saat melakukan monitoring ke PT KAI Daerah Operasi (Daop) II Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/3).
Baca juga: Mulai hari ini, ada diskon tiket kereta 20 persen
Penggunaan BBM subsidi oleh PT KAI lanjutnya terbagi dalam beberapa layanan, mulai dari kereta penumpang, kereta peti kemas, kereta parcel, kereta semen, hingga kereta klinker.
Pada periode RAFI 2026, tren kenaikan pemakaian BBM subsidi pada kereta api penumpang telah terjadi sejak H-10 Lebaran.
“Amanah negara ini harus kita jaga. Apabila ada yang perlu menjadi perhatian, mari bersama-sama kita lakukan perbaikan secara berkelanjutan,” terangnya.
Sementara untuk jumlah penumpang, sejak H-10 Lebaran hingga H+2 Lebaran 2026, tercatat sekitar 3,1 juta penumpang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Baca juga: KAI imbau pemilir tiba lebih awal di stasiun antisipasi antrean
Jumlah ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah sekitar 2,8 juta penumpang.
Selain itu, sebanyak 62 kereta api tambahan juga dikerahkan untuk mendukung penambahan frekuensi perjalanan kereta api pada periode angkutan lebaran
“Apresiasi kepada PT KAI, sejak 10 hari terakhir Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah mempersiapkan semaksimal mungkin transportasi publik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan," imbuh Wahyudi.
Peningkatan jumlah penumpang juga telah diantisipasi dengan baik. Tersedianya BBM subsidi yang memadai bagi PT KAI tentunya menjadi bagian dari kenyamanan masyarakat selama periode lebaran.
Baca juga: KAI catat 16 ribu pemilir kembali ke Jakarta melalui Stasiun Gambir
Dalam kunjungan yang dilakukan, Wahyudi yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono dan Harya Adityawarman juga berkesempatan menaiki Kereta Api Diesel (KRD) jurusan Padalarang-Bandung-Cicalengka.
Kereta api ini merupakan layanan kereta api kelas ekonomi yang harga tiketnya disubsidi Pemerintah (Public Service Obligation/PSO) agar tersedia transportasi umum yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kami melakukan peninjauan pelayanan publik kereta api di Wilayah PT KAI Daop II Bandung dengan biaya tiket yang terjangkau yaitu sebesar lima ribu rupiah, di mana kereta PSO ini menggunakan BBM subsidi jenis bahan bakar solar. Hal ini sangat membantu masyarakat yang ingin melaksanakan perjalanan baik antar kota maupun kabupaten,” ujar Wahyudi.
Saat berada di Stasiun Bandung dan perjalanan menuju Stasiun Kiaracondong, Wahyudi tampak bercakap-cakap dengan beberapa penumpang kereta api dan mendapatkan informasi bahwa penumpang merasa nyaman dan puas dengan layanan kereta api tersebut.
Baca juga: Puncak arus balik KAI Jember Selasa (24/3) dengan 13.150 penumpang
“Kami sudah menyapa masyarakat pengguna kereta api yang menerima manfaat besar dan banyak keunggulan yang diterima, di samping harga yang murah, perjalanannya nyaman, serta tepat waktu,” kata Wahyudi lagi.
Manfaat langsung adanya subsidi BBM dan harga tiket ini diungkapkan salah satu penumpang bernama Wini (30). Ibu rumah tangga yang tinggal di Kota Bandung ini mengungkapkan dirinya nyaman melakukan perjalanannya dengan kereta api karena praktis dan harganya terjangkau.
"Terima kasih sudah memudahkan perjalanan saya, dari sisi harga juga sangat terjangkau sehingga lebih ekonomis dan mempersingkat waktu perjalanan, dibandingkan dengan naik angkutan kota itu berapa kali naik turunnya,” ujar Wini.
Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menyampaikan bahwa selama periode RAFI 2026, PT KAI dan Pertamina Patra Niaga telah melakukan kolaborasi yang baik sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Baca juga: Penumpang nikmati fasilitas di stasiun tunggu waktu keberangkatan
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT KAI dan juga PT Pertamina Patra Niaga atas penyaluran BBM yang dilakukan dengan baik saat masyarakat melaksanakan kegiatan pada masa libur lebaran ini,” ujar Arief.
Sementara itu, Direktur SDM dan Kelembagaan PT KAI Atih Nurhayati menjelaskan, kehadiran BPH Migas merupakan bentuk sinergi dalam mendukung kelancaran operasional transportasi publik pada periode yang sangat penting, yaitu angkutan lebaran tahun 2026.
Ketersediaan BBM merupakan aspek yang sangat strategis bagi PT KAI dalam menjaga keandalan layanan, keselamatan perjalanan dan kesinambungan operasional.
“PT KAI siap melayani masyarakat, khususnya angkutan lebaran tahun 2026 ini baik yang lokal maupun jarak jauh. Kami bekerja sama dengan BPH Migas yang selalu mendukung kami dalam hal BBM untuk bisa selalu melayani masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Menkeu pastikan BBM subsidi tidak naik meski harga minyak tinggi
Menanggapi hal tersebut, Wahyudi berharap PT KAI dapat terus meningkatkan pemanfaatan BBM subsidi tepat sasaran bagi masyarakat pengguna kereta api.
“Apresiasi kepada PT KAI yang mendukung pemanfaatan BBM subsidi. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Wahyudi.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































