Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memaparkan keberhasilan siswa-siswi Sekolah Rakyat dari keluarga kurang mampu bisa meraih berbagai prestasi gemilang di tingkat regional hingga nasional.
“Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga melahirkan prestasi dan kepercayaan diri bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Muhammad Qodari di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu.
Qodari merinci capaian tersebut mulai dari prestasi di bidang olahraga hingga karya ilmiah. Salah satunya adalah Alviano Fikri Saputra asal Bandung yang berhasil meraih Juara 2 dalam Kejuaraan Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 tingkat Jawa Barat.
Selain bidang olahraga, prestasi akademik juga ditunjukkan oleh Ngadimaturofingah asal Kebumen. Pelajar tersebut sukses menyabet Juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan pada peringatan World Habitat Day.
Siswa Sekolah Rakyat di Bekasi turut mencatat prestasi pada kompetisi matematika yang diraih oleh Misfan Nazriel Faturrahman, Akbar Farel Areva, dan Valentin Florida. Masih di wilayah yang sama, M. Kiendra Lian Damarta sukses meraih Juara 2 tingkat nasional dalam lomba storytelling.
Capaian lainnya datang dari bidang seni budaya, di mana Dea Puspita Dewi meraih Juara 2 lomba MTQ tingkat Kota Bekasi. Selain itu, Grup Tari Sekolah Rakyat Bekasi juga berhasil membawa pulang gelar Juara 3 dalam ajang seni budaya.
Baca juga: Pemerintah targetkan 101 Sekolah Rakyat tahap dua rampung Juni 2026
Di Pacitan, Ramadhan Tio Agustin berhasil menembus 10 besar finalis lomba puisi tingkat nasional. Prestasi ini disusul oleh Yulliana Ambar Sari sebagai Juara Harapan 1 lomba poster, serta raihan Juara 3 dalam lomba video kesiapsiagaan bencana tingkat nasional oleh siswa Sekolah Rakyat Pacitan.
Menurut Qodari, deretan prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi anak-anak untuk berkembang. Pemerintah berkomitmen terus menghadirkan ruang belajar yang membuka peluang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Keberlanjutan program revitalisasi ini sekaligus menepis isu miring mengenai adanya pemotongan anggaran pendidikan. Pemerintah menegaskan bahwa anggaran sektor pendidikan justru semakin diperkuat melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tahap II.
"Dengan tetap berjalannya PHTC Revitalisasi Sekolah dan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan," kata Qodari.
Baca juga: 20 ribu anak putus sekolah kembali bersekolah berkat Sekolah Rakyat
Baca juga: Program revitalisasi sekolah serap 238 ribu tenaga kerja lokal
Baca juga: KSP: Revitalisasi sekolah 2025 lampaui target, capai 16.167 unit
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































