Pemerintah siapkan ekspor perdana 2.280 ton beras haji ke Arab Saudi

2 weeks ago 11

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyiapkan ekspor perdana 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200 ribu lebih jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta, Senin.

“Untuk tahun ini kita mulai (ekspor). Kita akan bekerja keras berusaha agar jemaah haji kita berasnya dari Indonesia. Kita semua mendukung penuh memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” kata Zulhas usai rapat.

Ia menegaskan keputusan itu dimungkinkan karena stok beras nasional berada pada level aman, bahkan diperkirakan surplus, sehingga pemenuhan kebutuhan jemaah haji tidak mengganggu stabilitas pasokan maupun harga di dalam negeri.

Baca juga: Kementan perkuat irigasi untuk jaga produksi beras saat cuaca ekstrem

Zulhas menyebutkan bahwa ekspor beras tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan logistik haji berbasis produk dalam negeri, tetapi juga menjaga kenyamanan konsumsi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

“Banyak jemaah kita di Saudi tidak cocok dengan beras di sana karena rasanya berbeda, sementara beras Indonesia lebih pulen dan sudah sesuai selera,” ujar dia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog menyiapkan beras premium sesuai permintaan pengelola dapur jemaah haji di Arab Saudi dengan standar mutu internasional.

“Kami rencanakan ekspor perdana pada minggu ketiga bulan Februari ini sekitar 2.280 ton, namun kami juga siapkan 3.000 ton supaya antisipasi kalau ada keperluan tambahan,” ucap Ahmad.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menunjukkan contoh beras premium yang direncanakan untuk diekspor ke Arab Saudi kepada pers usai rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga di Jakarta, Senin (9/2/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |