Pemerintah promosikan pariwisata Indonesia kepada wisatawan India

1 week ago 15

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mempromosikan pariwisata Indonesia kepada wisatawan India melalui kegiatan Sales Mission yang berlangsung diAhmedabad dan Hyderabad, India, pada 9-11Juni 2026.

“Pelaksanaan Sales Mission ini difokuskan untuk memperkuat saluran distribusi produk pariwisata Indonesia di pasar India melalui perluasan jejaring business-to-business antara penjual Indonesia dan pembeli potensial India. Kami ingin memastikan produk pariwisata Indonesia semakin mudah dipasarkan oleh pelaku industri India sesuai dengan karakter dan kebutuhan pasar mereka," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat,

India merupakan salah satu pasar prioritas yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai sumber wisatawan mancanegara. Pertumbuhan kelas menengah dan premium di negara tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar wisata berkualitas.

Baca juga: Narasi di medsos pengaruhi keinginan wisatawan berkunjung ke destinasi

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan India ke Indonesia pada 2026 mencapai 750 ribu hingga 820 ribu wisatawan.

Kota Ahmedabad dan Hyderabad dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan acara karena memiliki kekuatan ekonomi yang besar serta populasi wisatawan dengan daya beli menengah atas hingga premium yang terus berkembang.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menambahkan kedua kota tersebut memiliki basis masyarakat yang makmur dan kelas menengah atas yang terus bertumbuh, dengan minat tinggi terhadap perjalanan internasional, termasuk untuk segmen ​​​​​leisure (waktu luang), wedding tourism (pernikahan destinasi), dan luxury experience (wisata mewah).

“Hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penjualan paket wisata yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” kata Dedi.

Pelaksanaan Sales Mission merupakan bagian dari strategi Kementerian Pariwisata dalam mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2026 sebesar 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.

Di tengah dinamika geopolitik global, India dinilai sebagai pasar yang tetap tangguh karena masyarakatnya tidak menahan aktivitas perjalanan ke luar negeri, melainkan cenderung mengalihkan perjalanan ke destinasi yang aman dan menawarkan pengalaman wisata berkualitas.

Upaya itu sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata untuk mendorong pengembangan pariwisata berkualitas melalui produk wisata bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperluas persebaran manfaat pariwisata ke berbagai daerah.

Acara itu diikuti oleh 20 pelaku industri pariwisata Indonesia, yang bertemu dengan sekitar 160 pembeli potensial dari kedua kota tersebut untuk memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan penjualan produk wisata Indonesia. Selain mempromosikan Bali sebagai destinasi favorit wisatawan India, para pelaku industri juga akan menawarkan berbagai paket wisata di destinasi lain, seperti Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Bintan.

Kegiatan itu diproyeksikan menghasilkan potensi transaksi sebesar 3.600 orang (wisatawan) atau setara sekitar 1,25 juta dolar AS.

Ahmedabad yang berada di Negara Bagian Gujarat memiliki nilai produk domestik bruto (GDP) sekitar 300 miliar dolar AS, sedangkan Hyderabad di Negara Bagian Telangana memiliki GDP sekitar 180 miliar dolar AS.

Baca juga: Indonesia berpotensi transaksi Rp109 dari promosi pariwisata di China

Baca juga: Kemenpar promosikan wisata RI ke wisatawan Tiongkok

Baca juga: Kemenpar ajak mitra pariwisata dari mancanegara jelajahi Indonesia

Baca juga: Kemenpar siapkan paket wisata menarik jelang liburan sekolah

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |