Kupang (ANTARA) - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi pada Senin, pukul 10.17 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak gunung tersebut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat," kata Petugas Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok Yeremias Kristianto Pugel dalam laporan aktivitas gunung api diterima di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan kolom abu terpantau mencapai sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut atau sekitar 600 meter di atas puncak Gunung Ile Lewotolok.
Berdasarkan hasil pengamatan, erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar satu menit 16 detik.
Baca juga: Gunung Marapi erupsi semburkan kolom abu setinggi 2.000 meter
Saat ini, Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Status Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung tersebut.
PVMBG juga mengingatkan warga yang bermukim di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk menggunakan masker pelindung mulut dan hidung guna mengurangi dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan.
Masyarakat juga disarankan menggunakan perlengkapan pelindung mata dan kulit serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun dengan PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru terkait aktivitas vulkanik gunung berapi tersebut.
PVMBG menyatakan perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok dan rekomendasi teknis dapat dipantau melalui aplikasi dan laman Magma Indonesia serta kanal informasi resmi Badan Geologi.
Baca juga: Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 1.000 meter di atas puncak
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki lima kali erupsi sejak Jumat pagi
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































