Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah transformasi ekonomi global.
"Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan Carbon Capture and Storage di kawasan. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan mitra internasional, Indonesia dapat mempercepat implementasi CCS sekaligus menciptakan peluang investasi baru, meningkatkan daya saing industri nasional, dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions," ujar dia dalam acara International and Indonesia CCS Forum 2026, di Jakarta, Rabu.
Indonesia saat ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan prospek besar dalam pengembangan CCS di kawasan Asia Pasifik.
Pengembangan CCS mulai diarahkan dari penguatan kebijakan menuju tahap implementasi proyek, dengan fokus pada peningkatan kolaborasi, investasi, serta pengembangan proyek berskala komersial untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions (NZE) dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Executive Director ICCSC Belladonna Troxylon Maulianda menilai Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan CCS melalui penyempurnaan regulasi, peningkatan kerja sama internasional, serta meningkatnya minat investasi terhadap proyek-proyek CCS.
"Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui penyempurnaan regulasi, peningkatan kerja sama internasional, dan berkembangnya minat investasi terhadap proyek-proyek CCS. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh elemen pendukung, mulai dari kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, hingga pengembangan kapasitas, mampu berjalan secara selaras agar implementasi proyek CCS dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi dekarbonisasi maupun pembangunan ekonomi nasional," kata Belladonna.
Dalam forum tersebut, sejumlah kerja sama strategis juga diperkuat, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman antara ICCSC dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) terkait advokasi CCS dan perdagangan karbon, serta kerja sama ICCSC dengan ETRS Center Korea yang mengoperasikan Korea-Indonesia Offshore Research Cooperation Center (KIORCC) mengenai pembangunan rendah karbon dan infrastruktur.
Selain itu, pengembangan proyek CCS Indonesia-Jepang melalui Joint Credit Mechanism (JCM) juga menjadi salah satu agenda penting.
Pemerintah Indonesia dan Jepang melalui JCM Joint Committee telah menyetujui inisiatif dekarbonisasi Ofaweri yang memanfaatkan Tangguh CCUS untuk melanjutkan ke tahap berikutnya sebagai proyek JCM.
Persetujuan tersebut menjadikan Tangguh CCUS sebagai proyek CCUS pertama yang terdaftar dalam kerangka JCM dan membuka potensi pengembangan kredit karbon melalui proyek tersebut.
Baca juga: Kemenkop-KemenLH siapkan koperasi masuk ke perdagangan karbon
Baca juga: Menhut: Perdagangan karbon dukung penciptaan ekosistem penurunan emisi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































