Lampung Timur (ANTARA) - Bupati Lampung Timur (Lamtim) Ela Siti Nuryamah memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk mencegah api meluas serta melindungi masyarakat dan habitat satwa.
“Kita ingin memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, tetapi kita juga harus bersama-sama menjaga kawasan Way Kambas sebagai rumah bagi satwa-satwa yang dilindungi,” ujar Ela sebagaimana dikonfirmasi dari Lampung Selatan, Rabu.
Ia mengatakan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, aktivitas ekonomi warga, serta keberlangsungan habitat satwa yang dilindungi.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus mendukung langkah penanganan yang dilakukan bersama seluruh unsur terkait, termasuk membantu koordinasi di wilayah terdampak.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas. Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, TNWK dan seluruh unsur yang terlibat,” katanya.
Berdasarkan data penanganan di lapangan, ratusan hektare lahan terdampak karhutla dengan sebagian besar wilayah yang terbakar merupakan kawasan padang alang-alang.
Pada 21-22 Agustus 2026, sekitar 673 hektare lahan terbakar di Desa Braja Harjosari. Selanjutnya pada 23-24 Agustus, sekitar 123 hektare terbakar di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur, serta sekitar 6,4 hektare di Rantau Jaya.
Ela menegaskan kondisi tersebut membutuhkan penanganan bersama agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain dan tidak mengganggu kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting bagi kelestarian lingkungan.
TNWK merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Lampung Timur dengan luas sekitar 125.000 hektare. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa langka dan dilindungi, antara lain gajah Sumatra, badak Sumatra, harimau Sumatra, tapir, beruang madu, dan siamang.
Kawasan TNWK juga memiliki Pusat Latihan Gajah yang menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan, penjinakan, dan pelatihan gajah Sumatra.
Karena itu, pengendalian karhutla, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem dan habitat satwa langka yang berada di kawasan tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Lampung Timur bersama Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, dan pengelola TNWK terus berupaya memastikan api segera terkendali dan kawasan konservasi tetap terlindungi.
Penanganan secara cepat diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNWK.
Baca juga: Gubernur Lampung pastikan pantau berkala kondisi satwa di TNWK
Baca juga: Menhut instruksikan patroli cegah karhutla di habitat orangutan Kaltim
Baca juga: TNI AU kirim dua helikopter dukung operasi penanganan karhutla Kalsel
Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































