MPR apresiasi langkah Prabowo evaluasi MBG agar lebih tepat sasaran

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Eddy, kebijakan Presiden Prabowo mengevaluasi program MBG juga tepat karena di tengah ketatnya ruang fiskal, efisiensi program adalah keputusan yang realistis.

"Sejak awal pemerintahan beliau, Presiden selalu bekerja berdasarkan prinsip no one is left behind, khususnya bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi dan paling membutuhkan," kata Eddy di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, ia mengatakan langkah Presiden Prabowo mendahulukan MBG untuk anak-anak yang membutuhkan, menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap prinsip keadilan sosial.

Dengan begitu, kebijakan publik diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang paling rentan terlebih dahulu.

"Keputusan ini mencerminkan sensitivitas pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan. Prioritas kepada daerah yang membutuhkan merupakan bentuk konkret dari kebijakan yang berbasis kebutuhan di daerah-daerah yang rentan gizi maupun kemiskinan," katanya.

Baca juga: Presiden perintahkan BGN tertibkan SPPG jalankan MBG tak sesuai juknis

Baca juga: Menko PM ingatkan mitra dan relawan SPPG tak "overacting" jalankan MBG

Eddy menambahkan pendekatan berbasis kebutuhan ini penting untuk memastikan efektivitas program MBG, terutama dalam upaya menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi anak, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan.

"Kami berharap bahwa pemberian MBG ke depannya didasarkan pada keakurasian data agar mereka yang berhak menerima MBG, senantiasa mendapatkan asupan gizi yang disediakan oleh negara," katanya.

Ia juga menekankan bahwa implementasi program ini harus disertai dengan pengawasan yang ketat, mengingat banyaknya keluhan atas kualitas dan porsi makanan MBG yang tidak sesuai dengan kriteria sebagaimana ditentukan BGN.

"Dalam berbagai kunjungan ke daerah, kami mendapatkan masukan tentang SPPG yang belum amanah menjalankan fungsinya dengan mengurangi volume atau kualitas makanan yang sudah menjadi haknya pra penerima," katanya.

Eddy juga mengingatkan kepada seluruh pengelola SPPG untuk bekerja tekun dan jujur, serta jangan sekali-sekali mengambil "jalan pintas" untuk mendapatkan keuntungan besar.

Mengambil hak orang lain, tambah Eddy, bukan hanya perilaku yang salah, tetapi juga menunjukkan rendahnya moral pelaku.

"Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk memberikan kualitas dan layanan makanan yg terbaik untuk anak-anak kita," katanya.

Baca juga: BGN: Tujuan utama program MBG ubah pola pikir masyarakat tentang gizi

Baca juga: Menko Pangan minta pengelola SPPG utamakan misi gizi nasional

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |