Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) membangun generasi tangguh bencana melalui penyelenggaraan Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) di Kantor Wali Kota Jakut, yang diikuti oleh pelajar di wilayah Jakarta Utara.
“Ini menjadi langkah penting dalam menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini,” kata Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Muhammad Andri di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, upaya membangun ketangguhan kota tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
Dia menegaskan penanggulangan bencana memerlukan kontribusi seluruh pihak.
“Kolaborasi ini penting untuk membangun Jakarta yang aman dan tangguh bencana, khususnya di Jakarta Utara yang kita cintai ini," ujar Andri.
Dia pun mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam festival yang menghadirkan dua kompetisi utama itu, yakni Lomba Menggambar Poster Kebencanaan tingkat SD dan Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan tingkat SMA/SMK/MA.
“Kami berpesan kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan selanjutnya adalah mewakili Jakarta Utara di tingkat Provinsi DKI Jakarta,” tutur Andri.
Baca juga: Warga di lokasi rawan bencana perlu punya tas siaga untuk 3 hari
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Muhamad Thoufiq Hidayatuloh menjelaskan rangkaian Fesdikgana 2026 diawali dengan tahap sosialisasi dan pendaftaran pada 14-31 Mei 2026 melalui surat edaran dan media sosial.
Untuk Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan, sebanyak 14 tim SMA/SMK/MA dari Jakarta Utara mengikuti babak penyisihan secara daring.
Dari hasil seleksi tersebut, 12 tim terbaik melaju ke babak final yang mempertandingkan pengetahuan seputar jenis bencana, mitigasi, respons, hingga penanggulangan bencana.
Pada waktu yang sama, diadakan pula Lomba Menggambar Poster Kebencanaan yang diikuti oleh 49 pelajar tingkat SD.
“Melalui lomba ini, peserta diajak menuangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana kepada masyarakat,” ungkap Thoufiq.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Sophia Kias Sabina dari MIT Tahfidz Al Marjan meraih Juara I Lomba Menggambar Poster Kebencanaan.
Juara II diraih oleh Zahra Al Kayyis dari SD Padindi, sedangkan Juara III diraih Jian Ramadhani dari SDN Pademangan Timur 03.
Pada kategori Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan tingkat SMA/SMK/MA, SMAN 18 Jakarta mendominasi dengan meraih Juara I melalui Tim 1 dan Juara II melalui Tim 2, sementara Juara III diraih Tim 1 dari MAN 21 Jakarta.
Selanjutnya, seluruh pemenang akan mewakili Kota Jakarta Utara pada Fesdikgana tingkat Provinsi DKI Jakarta.
“Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti meningkatnya kepedulian pelajar terhadap pendidikan kesiapsiagaan bencana,” imbuh Thoufiq.
Baca juga: BPBD DKI catat lima kelurahan dengan kejadian kebakaran paling banyak
Baca juga: BPBD DKI petakan wilayah potensi rawan longsor di Jaksel dan Jaktim
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































