BRIN: Subak Bali contoh global pengelolaan pertanian rendah emisi

1 hour ago 2

Denpasar (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan sistem subak di Bali menjadi contoh global pengelolaan sumber daya yang mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas pertanian rendah emisi, kelestarian lingkungan, dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari di Denpasar, Rabu, dalam acara pertukaran Pengetahuan tentang Teknologi Mutakhir untuk Sistem Padi dan Peternakan Rendah Emisi menegaskan sistem subak sebagai warisan budaya masyarakat Bali selama lebih dari seribu tahun dinilai dapat menjadi inspirasi dunia dalam pengembangan pertanian rendah emisi dan berkelanjutan.

Menurut Puji, subak tidak hanya menjadi sistem pengelolaan irigasi pertanian, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

"Saya tidak bisa membayangkan tempat yang lebih baik untuk membangun diskusi tentang masa depan sistem pangan selain di tempat yang nilai-nilai tersebut masih hidup dan diterapkan hingga saat ini," ujarnya.

Baca juga: Kemenhub gandeng daerah bangun transportasi publik rendah emisi

Puji menjelaskan transformasi sistem pertanian yang tengah didorong berbagai negara harus tetap memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pangan, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dunia, namun juga menjadi salah satu penyumbang emisi metana terbesar. Karena itu diperlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan produktivitas dan keberlanjutan secara bersamaan.

Dalam forum tersebut, peserta dari berbagai negara Asia dan Afrika juga diajak melihat langsung praktik pengelolaan pertanian berbasis subak di Bali sebagai bagian dari pembelajaran bersama mengenai sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Baca juga: BRIN dorong gunakan AI dan teknologi digital tekan emisi pertanian

Puji berharap pengalaman Bali dapat menjadi referensi bagi berbagai negara dalam mengembangkan sistem pertanian rendah emisi yang tetap berakar pada kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Kita perlu meninggalkan Bali dengan komitmen nyata untuk bertindak sekarang dalam mewujudkan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan," katanya.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |