Pekanbaru, Riau (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan sebesar Rp11,28 per kilogram atau 0,31 persen dari periode sebelumnya, sehingga menjadi Rp3.707,61 per kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja mengatakan kenaikan itu terjadi pada kelompok umur 9 tahun yang merupakan harga tertinggi.
Penetapan ini berlaku untuk satu pekan ke depan yakni periode 24–30 Juni 2026.
"Kenaikan harga TBS pekan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan inti sawit (kernel)," katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu.
Dia mengatakan harga CPO naik sebesar Rp57,64 per kg menjadi Rp15.263,64 per kg dibanding pekan lalu. Sedangkan, kernel naik cukup signifikan sebesar Rp867,94 per kg menjadi Rp12.946,00 per kg pada pekan ini.
Berbeda halnya dengan petani swadaya, harga pembelian TBS petani mitra plasma periode satu pekan ke depan justru turun sebesar Rp9,72 per kg atau mencapai 0,26 persen dari harga periode lalu dan kini menjadi Rp3.776,16 per kg.
Padahal, harga penjualan CPO pekan ini, lanjutnya, naik sebesar Rp61,40 per kg menjadi Rp15.335,00 per kg.
Sedangkan, kernel untuk TBS petani plasma turun sebesar Rp124,57 menjadi Rp12.610,00 per kg.
Dia mengatakan dalam penetapan harga TBS, pihaknya selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra.
"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Baca juga: Apkasindo: Ganoderma dan anjloknya harga TBS ancam sawit rakyat
Baca juga: Mentan: 90 persen perusahaan sawit naikkan harga TBS tingkat petani
Baca juga: Harga TBS sawit petani Riau kembali baik jadi Rp3.674,93 per kg
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































