Menteri PKP: 62.591 rumah subsidi Jabar putarkan ekonomi senilai Rp8 T

2 weeks ago 15

Bandung (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan realisasi 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat pada tahun 2025 menjadi penggerak ekonomi dengan perputaran uang sekitar Rp8 triliun.

“Realisasi 2025 di Jawa Barat 62.591 unit, terbesar se-Indonesia, dengan uang berputar sekitar Rp8 triliun,” katanya saat berkunjung ke Bandung, Senin.

Ia menyebut bahwa terdapat lima orang tenaga kerja langsung yang terlibat di setiap unit rumah subsidi sehingga totalnya mencapai sekitar 300 ribu pekerja di Jawa Barat dalam satu tahun.

“Satu rumah ada lima yang bekerja, berarti 5 kali 60 ribu sekitar 300 ribu tukang bekerja di Jawa Barat,” ujarnya.

Maruarar juga menambahkan sektor perumahan juga menggerakkan ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari warung kecil, sopir truk, toko material bangunan, hingga industri bahan bangunan yang mencakup sedikitnya 180 jenis material.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyoroti penguatan akses pembiayaan masyarakat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan di Kabupaten Bandung yang dinilai menjadi solusi konkret untuk memperbaiki kualitas hunian sekaligus menekan praktik rentenir.

Ia menyampaikan program yang digagas Presiden Prabowo tersebut memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk membangun maupun merenovasi rumah.

Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengakses pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan dengan bunga ringan sebesar 0,5 persen per bulan atau sekitar 6 persen per tahun.

Menurut dia, skema tersebut menjadi alternatif yang jauh lebih terjangkau dibandingkan praktik pinjaman rentenir yang masih marak di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bandung.

“Kalau bunga rentenir bisa 20 persen per bulan, berarti hampir 200 persen setahun. KUR ini hanya 0,5 persen per bulan. Berikan kemudahan ini supaya rakyat tidak lagi terjerat rentenir,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menghapus persyaratan SLIK OJK (BI Checking) untuk pinjaman kecil di bawah Rp1 juta guna mempercepat akses pembiayaan bagi masyarakat.

Maruarar menilai potensi pemanfaatan KUR perumahan di Kabupaten Bandung sangat besar, mengingat jumlah penduduk, pelaku usaha, serta kebutuhan hunian yang tinggi.

Ia pun mendorong pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mengoptimalkan program tersebut.

“Jangan kalah dari daerah lain. Program ini harus cepat dirasakan masyarakat,” katanya.

Pemerintah berharap program KUR perumahan tidak hanya memperbaiki kualitas rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dari program bedah rumah serta mendukung penurunan angka kemiskinan di daerah.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |