Menteri LH minta akhiri open dumping untuk tekan potensi TPA terbakar

2 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta pemerintah daerah untuk segera mengakhiri tempat pemrosesan akhir (TPA) open dumping dan beralih ke controlled landfill salah satunya menghindari potensi TPA terbakar saat musim kemarau.

Dalam arahan usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta, Senin, Menteri LH Hanif menyampaikan bahwa di Sulawesi Utara dari 15 kabupaten/kota baru empat daerah yang sudah mengakhiri open dumping dan beralih ke sistem controlled landfill di mana sampah ditimbun dengan lapisan tanah secara berkala untuk mengurangi dampak ke lingkungan.

"Kepada bupati/wali kota kami mintakan waktu paling lambat bulan Agustus maka kegiatan praktik open dumping ini harus segera diakhiri. Setelahnya kami tentu akan melakukan pendekatan yang lebih ketat lagi bila mana bulan Agustus tidak segera dimulainya syukur-syukur bisa diakhiri open dumping ini menjadi praktik controlled landfill minimal sebagaimana yang dilakukan di Tomohon," kata Hanif.

Dia mengatakan praktik controlled landfill atau sanitary landfill dengan menimbun dan memadatkan sampah ditutup tanah sebagai lapisan penutup tidak hanya dilakukan untuk menekan penyebaran cemaran tapi juga menekan gas metana yang timbul akibat dekomposisi sampah organik yang tercampur jenis sampah lain.

Baca juga: Menteri LH ingatkan pemda harus akhiri TPA open dumping pada Juli 2026

Tidak hanya itu, dia memperingatkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau yang lebih panjang tahun ini dengan terdapat potensi El Nino.

"Sehingga musim kemarau akan mulai puncak di bulan Agustus geser sampai bulan Oktober. Ini berkonsekuensi akan memudahkan TPA-TPA tersebut terbakar karena timbulan metana yang cukup sangat besar," katanya.

Hal itu berkaca dengan kejadian kebakaran di belasan TPA yang terjadi karena faktor gas metana dan kondisi iklim yang lebih kering.

Dia menyampaikan sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri terkait potensi tindakan hukum pidana dan perdata jika masih ada pemerintah daerah yang tidak menghentikan TPA open dumping.

Berdasarkan data KLH/BPLH, jumlah timbulan sampah adalah 141.926 ton per hari, dengan di antaranya 37.001 ton per hari sudah terkelola.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar sampah yang terkelola masuk ke TPA landfill sebesar 15.189 ton per hari dan dikelola sektor informal 9.450 ton. Sisanya dikelola melalui fasilitasi kompos, TPS 3R serta bank sampah.

Baca juga: Menteri LH minta intensifkan pemilahan tekan sampah organik di TPA

Baca juga: Tekan open dumping, KLH berikan sanksi administratif 273 pengelola TPA

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |