Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebutkan atlet para renang Jendi Pangabean menjadi inspirasi bagi generasi bangsa untuk meraih prestasi yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di panggung internasional.
"Lewat kisah inspiratif atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean, kita belajar bahwa kesuksesan datang dari konsistensi, disiplin, dan kerja keras yang dijalani setiap hari," tulis Erick Thohir dalam akun media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Senin.
Pada ajang ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Thailand selama 20 - 26 Januari 2026, cabang olahraga panahan Indonesia sukses menorehkan 29 emas dalam ajang ASEAN Para Games Thailand 2025.
Kesuksesan itu diraih berkat kontribusi Jendi Pangabean yang merebut sebanyak tujuh medali emas dari nomor 100 meter gaya punggung S9 putra, 100 meter gaya kupu-kupu S9 putra, 50 meter gaya kupu-kupu S9.
Baca juga: Disiplin jadi kunci Jendi Pangabean rebut tujuh emas APG 2025
Kemudian, 200 meter individu medley SM9 putra, 100 meter gaya bebas S9 putra, 400 meter gaya bebas relay 34 poin S1-S10 putra, 400 meter medley relay 34 poin S1-S10 putra.
Menpora menyampaikan Terima kasih kepada Jeni Pangabean atas perjuangan dan dedikasi dalam menunjukkan kedigdayaan Indonesia melalui olahraga.
Menurutnya, pencapaian atlet asal Sumatera Selatan berusia 34 tahun itu mampu mengubah kekurangan menjadi kekuatan untuk menancapkan prestasi yang membanggakan.
"Jangan jadikan kekurangan sebagai penghalang, jadikanlah kekuatan untuk terus melampaui batas," tulis Menpora.
Indonesia menuntaskan perjuangan pada ASEAN Para Games 2025 dengan meraih peringkat kedua setelah mengoleksi 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Posisi juara umum menjadi milik tuan rumah Thailand yang mengoleksi sebanyak 175 emas.
Baca juga: Indonesia torehkan tujuh emas-dua rekor para renang hari keempat APG
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































