Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan bentuk transformasi tata kelola pendidikan melalui pengintegrasian sejumlah sekolah dalam satu manajemen.
“Intinya Sekolah Nasional Terintegrasi adalah suatu transformasi tata kelola. Jadi mengintegrasikan kelembagaan, tadinya beberapa sekolah menjadi satu manajemen sekolah,” kata Pratikno dalam kegiatan Pembukaan MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Angkatan Pertama di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Senin yang disiarkan melalui YouTube Kemendikdasmen.
Menurut Pratikno, pengintegrasian sekolah tersebut memungkinkan adanya koordinasi antarjenjang pendidikan sekaligus memastikan keberlanjutan kurikulum yang diterapkan antarjenjang pendidikan.
Selain itu, ia mengatakan integrasi sekolah juga dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, hingga pembangunan dan pemanfaatan sarana serta prasarana pendidikan.
Baca juga: Kemendikdasmen: 1.360 murid angkatan pertama SNT siap ikuti MPLS
Ia mencontohkan fasilitas seperti lapangan sepak bola dan gedung olahraga (GOR) yang sebelumnya harus digunakan secara bersama oleh sejumlah sekolah yang berdiri secara terpisah, kini fasilitas seperti itu hanya digunakan oleh satu Sekolah Nasional Terintegrasi saja.
Transformasi itu juga mencakup infrastruktur pendidikan, termasuk pemanfaatan laboratorium secara terpadu sehingga fasilitas yang tersedia dapat digunakan secara lebih efisien oleh peserta didik.
“Ada efisiensi pelayanan, lapangan sepak bola bersama antarsekolah SMP dan SMA karena terintegrasi. GOR juga yang digunakan beberapa sekolah yang tadinya dua sekolah menjadi satu sekolah, satu kesatuan. Transformasi infrastruktur termasuk laboratorium dan lain-lain juga, sehingga lebih efisien,” kata Pratikno.
Ia menilai integrasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan prestasi akademik peserta didik, namun juga memberikan ruang bagi pengembangan potensi murid dalam bidang seni maupun olahraga.
Baca juga: Mendikdasmen beri penguatan kepsek dan TPP jelang MPLS perdana SNT
Pratikno menambahkan transformasi pembelajaran menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat pesat.
Karena itu, ia meminta dukungan para pimpinan daerah untuk mengawal implementasi SNT agar program tersebut dapat berjalan secara optimal.
“Saya mohon dukungan dari para pimpinan daerah untuk mengawal implementasi ini,” ujarnya.
Pratikno juga mengajak kepala daerah yang wilayahnya belum memiliki SNT untuk berpartisipasi dalam pengembangan program tersebut dengan menambah jumlah SNT pada masa mendatang.
“Dan juga kepada Bapak-Ibu kepala daerah yang lain yang belum, mohon untuk berpartisipasi untuk menambah lagi SNT-SNT ke depan,” ujar Pratikno.
Baca juga: KSP: SNT upaya strategis hadirkan pendidikan bermutu hingga pelosok RI
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































