Menilik peluang Ran Kejia seusai terpilih di Draft WNBA

1 day ago 3

Jakarta (ANTARA) - Terpilihnya Ran Kejia dalam Draft WNBA 2026, Selasa (14/4), menjadi pencapaian penting bagi perkembangan bola basket China, meski jalan yang harus ditempuhnya untuk mengamankan tempat di roster liga tidaklah mudah.

Dipilih pada urutan ke-43 di putaran ketiga oleh Atlanta Dream, Ran masuk ke kompetisi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat dan peluang terbatas bagi pemain pilihan akhir draf.

Atlanta Dream sendiri menyambut kedatangan Ran dengan antusias melalui unggahan resmi bertuliskan "WELCOME TO ATLANTA, KEJIA RAN".

Sambutan tersebut langsung memicu berbagai reaksi positif dari para penggemar di media sosial, yang melihat potensi besar dalam diri pemain muda asal China tersebut. Sejumlah netizen menyoroti performa impresif Ran di level internasional.

Akun Ryker132456 menilai Ran sebagai pilihan yang cerdas, menyebutnya "great draft and stash pick for Atlanta," sembari mengingatkan penampilan menonjolnya di turnamen Piala Dunia Wanita FIBA U-19 2025, termasuk 28 poin dan 12 rebound melawan Nigeria serta kontribusi solid saat menghadapi Amerika Serikat.

Optimisme juga datang dari akun allstar_cupcakes19 yang melihat Ran sebagai tambahan penting di lini serang. Dia menyebut Ran sebagai pencetak angka yang bisa memberikan kontribusi dari bangku cadangan sambil berkembang di bawah bimbingan pemain seperti Rhyne Howard dan Allisha Gray.

Komentar senada disampaikan akun hustlerboy yang menilai Ran sebagai bucket, istilah populer untuk pemain yang piawai mencetak poin, serta menyoroti kemampuan tembakannya.

Dukungan lain datang dari akun mj23ma yang menyebut Ran sebagai salah satu talenta muda terbaik dari China. Sementara itu, akun momabear menyebutnya "sneaky steal of the draft", menandakan bahwa Ran bisa menjadi pilihan kejutan yang bernilai tinggi.

Akun jonesie757 juga menilai Atlanta Dream akan semakin kuat dengan tambahan penembak berkualitas, sedangkan akun Prettygirl menyoroti potensi Ran untuk mencatatkan double-double di masa depan.

Menurut profil resmi Atlanta Dream, Ran Kejia merupakan pemain guard asal China dengan tinggi sekitar 1,81 meter. Dia dikenal sebagai pemain "dua arah" yang dinamis, mampu memberi kontribusi baik dalam bertahan maupun menyerang.

Dalam aspek defensif, Ran memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu menjaga beberapa posisi sekaligus, aktif memotong alur umpan, serta konsisten mengganggu tembakan lawan. Dari sisi ofensif, dia tampil efisien terutama di area midrange dan sekitar ring.

Performa Ran di level internasional usia muda juga cukup menonjol. Pada Piala Dunia Wanita FIBA U-19 2025, dia mencatatkan rata-rata 19,1 poin, 11,3 rebound, dan 3,1 assist per pertandingan, sekaligus menjadi pemimpin tim dalam kategori poin dan rebound.

Penampilan tersebut membuka jalan baginya untuk dipanggil ke pemusatan latihan tim nasional senior China, sebelum akhirnya menjalani debut internasional senior dalam laga uji coba melawan klub Spanyol Joventut Badalona pada September 2025.

Pebola basket China, Ran Kejia. (ANTARA/Xinhua)

Secara historis, Ran juga mencatatkan namanya dalam daftar pemain China di Draft WNBA . Dia menjadi pemain keempat asal China yang terpilih, mengikuti jejak Zheng Haixia, Han Xu, dan Li Yueru.

Zheng sebelumnya dipilih pada urutan ke-16 dalam edisi perdana tahun 1997, sementara Han dan Li sama-sama masuk melalui draft 2019.

Melihat situasi tersebut, jalur paling realistis bagi Ran kemungkinan adalah melanjutkan perkembangan di luar WNBA terlebih dahulu. Bermain di WCBA atau mencoba kompetisi di Eropa maupun Australia dapat membantunya meningkatkan kekuatan fisik, mematangkan kemampuan, serta mendapatkan pengalaman di level yang lebih tinggi.

Di level profesional, Ran saat ini bermain untuk klub Sichuan pada Women's Chinese Basketball Association (WCBA) musim 2025-2026. Dalam musim perdananya, dia mencatatkan rata-rata 4,7 poin dan 1,6 rebound per pertandingan.

Meski statistiknya belum mencolok, pengalaman membawa Sichuan melaju hingga final WCBA, di mana mereka akan menghadapi Shanxi, menjadi bekal penting dalam perkembangan kariernya di level senior.

Namun, tantangan di WNBA tetap besar walau dia memiliki rekam jejak yang menjanjikan. Pemain yang dipilih di putaran ketiga umumnya menghadapi peluang kecil untuk langsung menembus roster utama.

Setiap tim biasanya hanya membawa 11 hingga 12 pemain, sehingga ruang sangat terbatas. Dalam kondisi ini, franchise cenderung memprioritaskan pemain berpengalaman atau pilihan draft yang lebih tinggi.

Selain itu, Ran juga harus menghadapi perbedaan signifikan dalam aspek fisik dan kecepatan permainan. WNBA dikenal dengan intensitas tinggi dan standar atletik yang lebih kuat dibandingkan kompetisi yang selama ini dia jalani. Minimnya pengalaman di level senior elite juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses adaptasinya.

Perbandingan dengan pendahulunya menunjukkan perbedaan mencolok. Han Xu mampu cepat beradaptasi bersama New York Liberty berkat keunggulan tinggi badan yang mencapai 206 cm dan kemampuan menjaga ring. Sementara itu, Li Yueru menemukan perannya melalui kekuatan fisik dan dominasi rebound saat bermain untuk Chicago Sky. Kedua pemain tersebut memiliki keunggulan spesifik yang langsung bisa diterapkan di level profesional.

Ran, di sisi lain, masih dalam proses membangun keunggulan utama yang bisa menjadi pembeda. Fleksibilitasnya sebagai guard memang menjadi nilai tambah, tetapi di WNBA, pemain biasanya dituntut memiliki satu kemampuan yang benar-benar menonjol, baik itu dalam menembak, bertahan, maupun kekuatan fisik.

Pebola basket China, Ran Kejia (tengah). (ANTARA/Xinhua)

Melihat situasi tersebut, jalur paling realistis bagi Ran kemungkinan adalah melanjutkan perkembangan di luar WNBA terlebih dahulu. Bermain di WCBA atau mencoba kompetisi di Eropa maupun Australia dapat membantunya meningkatkan kekuatan fisik, mematangkan kemampuan, serta mendapatkan pengalaman di level yang lebih tinggi.

Dalam jangka pendek, peluangnya untuk masuk roster musim 2026 memang tergolong kecil. Namun, sebagai bagian dari generasi baru pemain China, Ran Kejia tetap memiliki potensi jangka panjang yang patut diperhitungkan.

Dengan perkembangan yang konsisten dan munculnya keunggulan yang lebih spesifik, peluang untuk kembali mencoba menembus WNBA di masa depan tetap terbuka.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |