Membangun infrastruktur kelistrikan untuk mitigasi krisis energi

1 week ago 6
beroperasinya 60 pembangkit baru dengan kapasitas total 16,5 gigawatt menjadi jawaban atas berbagai anggapan yang menyebut tidak adanya pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir

Jakarta (ANTARA) - Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam sektor energi.

Pertumbuhan ekonomi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar. Digitalisasi meningkatkan konsumsi energi. Di sisi lain, dunia juga menuntut transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan sekaligus sebagai langkah mitigasi krisis energi.​​

Menjawab berbagai tantangan tersebut tentu tidak cukup hanya dengan mempertahankan kondisi yang ada. Dibutuhkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Maka dari itulah berbagai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun fondasi jangka panjang bagi bangsa.

Misalnya saja terkait beroperasinya 60 pembangkit baru dengan total kapasitas mencapai 16,5 gigawatt dalam lima tahun terakhir, ini menjadi bukti nyata pembangunan yang berlangsung di sektor ketenagalistrikan nasional berjalan baik.

Pembangunan tersebut ditopang berbagai hal lain. Kehadiran pembangkit baru berjalan beriringan dengan penguatan jaringan transmisi, pembangunan gardu induk, serta transformasi digital yang membuat sistem kelistrikan nasional semakin andal dan efisien.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek tata kelola perusahaan, tetapi juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal ini menjadi menarik karena mengingatkan bahwa pembangunan energi tidak dapat diukur hanya dari satu proyek atau satu wilayah tertentu. Ketahanan energi dibangun melalui banyak komponen yang saling terhubung.

Pembangkit menghasilkan listrik, jaringan menyalurkannya, gardu induk mengatur distribusinya, sementara teknologi digital memastikan seluruh sistem bekerja secara efektif dan responsif.

Maka fakta beroperasinya 60 pembangkit baru dengan kapasitas total 16,5 gigawatt menjadi jawaban atas berbagai anggapan yang menyebut tidak adanya pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir.


Ketahanan energi

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |