Mandiri Sekuritas yakin proposal BEI ke MSCI dan FTSE berbuah positif

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana optimistis proposal yang disampaikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global yaitu MSCI Inc dan FTSE Russell, akan menghasilkan output yang positif.

"Saya sih nggak mikir the worst scenario, karena saya yakin kita (pasar modal Indonesia) tetap maju, kita tetap naik," ujar Oki di sela silaturahmi dan buka puasa bersama Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu.

Seiring dengan itu, Oki memproyeksikan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju kembali ke level psikologis 9.000 hanya persoalan waktu, yang mana IHSG ditutup menguat 41,40 poin atau 0,50 persen ke posisi 8.322,23 pada penutupan perdagangan Rabu sore.

"It's just a matter of time (IHSG). Kira-kira ada katalis yang memungkinkan kita (pasar modal Indonesia) nggak naik ke atas nggak?" ujar Oki.

Lebih lanjut, ia menilai kondisi fundamental perekonomian nasional yang mencakup prospek pertumbuhan dan kondisi makroekonomi, sebetulnya masih cenderung kuat dan tidak perlu dipandang pesimistis.

Dari sisi pasar modal, ia menilai mayoritas perusahaan tercatat (emiten) memiliki kinerja dan laporan keuangan yang solid, terutama apabila melihat neraca keuangan 100 perusahaan terbesar (big caps) di pasar modal Indonesia.

"Negara kita fundamentalnya bagus, story-nya bagus, makro-nya bagus. Coba lihat listed company yang ada di Bursa kita, yang jelek mungkin ada, tapi mostly itu kan bagus semua. Lihat saja balance sheet top 100 company yang listed, bagus semua. Jadi, saya sih yakin dari fundamental-nya bagus, sekarang tinggal gimana kita recover growth-nya, yang tahun lalu itu bagus, tahun ini harus (bagus)," ujar Oki.

Seusai melangsungkan diskusi lanjutan dengan dengan MSCI dan FTSE, Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan salah satu poin yang saat ini memasuki tahap akhir adalah pengungkapan (disclosure) pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen serta penyediaan data investor yang lebih granular

Selain itu, BEI memastikan bahwa proses penyusunan aturan pencatatan terkait ketentuan minimum free float sebesar 15 persen telah rampung per 19 Februari 2026.

Saat ini, bursa memasuki tahapan internal lanjutan sebelum draf final aturan tersebut diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terkait penerbitan shareholders concentration list, BEI memastikan proses penyusunannya dilakukan secara akuntabel dan sesuai prosedur. Bursa kini tengah memfinalisasi metodologi serta standar operasional prosedur (SOP) yang akan menjadi dasar penyusunan daftar tersebut.​

Baca juga: BEI ungkap update proposal yang disampaikan ke MSCI dan FTSE

Baca juga: BEI ungkap 'shareholders concentration list' akhir Februari-awal Maret

Baca juga: Usai bertemu MSCI, BEI siap terbitkan shareholders concentration list

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |