Moskow (ANTARA) - Keamanan Uni Eropa dapat menghadapi keruntuhan selama bertahun-tahun mendatang jika AS terus mengurangi kehadiran militernya di Eropa, menurut laporan Financial Times mengutip beberapa pejabat militer.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell pada Sabtu malam mengkonfirmasi kepada RIA Novosti tentang keputusan departemen tersebut untuk menarik 5.000 tentara Amerika dari Jerman dalam waktu 6-12 bulan.
Pada Minggu, Financial Times melaporkan bahwa AS juga akan mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menempatkan satu batalion dengan senjata jarak jauh di Jerman.
Jika Presiden AS Donald Trump secara spontan menarik aset pertahanan lainnya, hal itu dapat menyebabkan kegagalan besar dan berbahaya dalam sistem keamanan Eropa selama bertahun-tahun mendatang, menurut sumber surat kabar tersebut.
Menurut publikasi tersebut, Eropa semakin khawatir bila Washington akan menarik senjatanya lebih cepat dibandingkan kemampuan Eropa untuk mengembangkan alternatif lain.
Menurut sumber surat kabar tersebut, Pentagon menolak memberikan NATO jadwal terperinci tentang rencana penarikan aset pertahanan lainnya dari Eropa, termasuk sistem pertahanan udara dan rudal serta data pengintaian satelit.
Negara-negara Eropa memiliki sejumlah proyek rudal jelajah dan balistik, tetapi banyak yang "terhenti" di tahap desain awal, menurut laporan surat kabar tersebut.
Dengan mengutip beberapa pejabat Jerman, surat kabar itu juga mencatat bahwa para pemimpin NATO akan terus membahas cara mencegah lemahnya sistem keamanan pada KTT Juli di Turki.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: NATO minta kejelasan dari AS terkait pengurangan pasukan di Jerman
Baca juga: Eropa susun rencana cadangan antisipasi AS keluar dari NATO
Penerjemah: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































