Temanggung (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mulai menerima 846 koper besar dari jamaah calon haji sebagai bagian dari persiapan keberangkatan mereka ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji Dan Umroh Kabupaten Temanggung Eko Widodo di Temanggung, Senin, mengatakan penerimaan koper tersebut dilakukan di kantor layanan setempat dengan pengawasan petugas guna memastikan seluruh barang bawaan jamaah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Ada dua buah koper, besar dan kecil yang diterima jamaah haji. Proses ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci," kata dia.
Ia mengatakan penerimaan koper dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan, guna menghindari penumpukan dan memastikan pelayanan berjalan tertib serta lancar.
Baca juga: Wali Kota Surabaya nilai layanan JCH di Asrama Haji makin efisien
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan jamaah agar memperhatikan aturan pengisian barang bawaan.
Ia menegaskan sejumlah barang dilarang dimasukkan ke dalam koper besar, seperti benda mudah meledak, cairan berlebih, dan perangkat elektronik tertentu.
"Power bank, laptop, cairan lebih dari 100 mililiter, serta bahan yang mudah terbakar seperti aerosol dan korek gas tidak diperbolehkan masuk koper besar," katanya.
Ia mengimbau jamaah memperhatikan aturan terkait dengan barang bawaan, termasuk batas berat koper dan larangan membawa barang tertentu demi keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Dengan dimulai proses ini, dia mengharapkan, seluruh persiapan keberangkatan jamaah calon haji berasal dari Kabupaten Temanggung dapat berjalan dengan baik, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar di Tanah Suci.
Baca juga: Satgas Armuzna tinjau kesiapan layanan wukuf di Arafah
Baca juga: Saudi pasang lampu cerdas demi kewaspadaan pengemudi saat musim haji
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































