Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan Ujian Akhir Nasional (UAN) Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) jenjang Ula Tahun Ajaran 2025/2026 mulai dilaksanakan pada 4 hingga 16 Mei 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno menyampaikan ijazah PKPPS Ula memiliki legalitas yang sah dan diakui negara, serta setara dengan lulusan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
"Lulusan PKPPS Ula memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik ke SMP maupun MTs. Ini adalah bentuk nyata pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren," ujar Suyitno di Jakarta, Senin.
Menurutnya, keberadaan PKPPS menjadi jembatan penting antara tradisi pendidikan pesantren dengan sistem pendidikan nasional, tanpa harus menghilangkan kekhasan pesantren itu sendiri.
"Pesantren tetap dengan cirinya, yaitu penguatan akhlak dan pembelajaran kitab kuning, namun juga mendapatkan pengakuan formal melalui sistem kesetaraan," katanya.
Sementara itu Direktur Pesantren Basnang Said menambahkan UAN PKPPS jenjang Ula tidak hanya menjadi sarana evaluasi hasil belajar, tetapi juga bagian dari afirmasi negara terhadap pendidikan dasar di pesantren.
"Ini adalah pengakuan bahwa pendidikan di pesantren, termasuk pada jenjang dasar, memiliki kualitas dan standar yang setara dengan pendidikan formal lainnya," kata Basnang.
Ia menegaskan santri PKPPS Ula tetap mendapatkan pembelajaran khas pesantren yang menekankan pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman, sekaligus memenuhi standar kompetensi dasar nasional.
"Santri tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga akhlak dan kemandirian. Itulah kekuatan utama pesantren," katanya.
UAN PKPPS Tahun Ajaran 2025/2026 diikuti oleh 69.176 santri secara nasional dan dilaksanakan secara bertahap, meliputi jenjang Ulya, Wustha, dan Ula. Seluruh pelaksanaan ujian dilakukan berbasis Computer Based Test (CBT).
Baca juga: Pendidikan Kesetaraan pada Ponpes Salafiyah akan gunakan e-ijazah
Baca juga: UAN PKPPS Wustha dimulai, ijazah pesantren diakui negara setara SMP
Baca juga: Kemenag tekankan transformasi digital dalam UAN Ponpes Salafiyah
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































