Anggota DPR minta perketat pengawasan kesehatan hewan kurban

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Hindun Anisah meminta pemerintah agar memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha pada tahun ini.

Menurut Hindun, pengetatan pengawasan itu bernilai krusial untuk dilakukan guna memastikan seluruh hewan yang diperdagangkan memenuhi standar kesehatan, kelayakan fisik, dan kesesuaian syariat Islam.

"Hewan kurban harus benar-benar bebas dari penyakit agar aman dikonsumsi masyarakat saat proses penyembelihan nanti," ujar dia di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa pengawasan yang lemah berisiko meningkatkan peredaran hewan ternak yang sakit. Hal itu, kata dia melanjutkan, tidak hanya merugikan masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga dapat membatalkan keabsahan ibadah kurban itu sendiri.

Diketahui, berdasarkan ketentuan syariah dan kesehatan, hewan kurban harus berada dalam kondisi aktif, memiliki nafsu makan baik, serta bebas dari cacat fisik seperti pada bagian ekor maupun telinga.

Baca juga: Barantin intensifkan pengawasan hewan kurban jelang Idul Adha 2026

Kemudian, secara khusus, Hindun menyoroti ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menghantui populasi ternak sapi, kambing, dan domba. Menurut dia, gejala klinis seperti luka pada mulut dan kaki, demam tinggi, serta kondisi tubuh yang lemah harus diwaspadai secara serius oleh petugas di lapangan.

“Penyebaran PMK dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas daging kurban, mengganggu rantai distribusi ternak, hingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Legislator asal Jawa Tengah itu pun menilai pemerintah harus melakukan mitigasi sejak dini. Dinas Peternakan di daerah, ujar dia, harus melakukan cek fisik menyeluruh di pasar-pasar hewan di wilayah masing-masing. Setiap hewan kurban juga harus dilengkapi surat keterangan sehat dari dokter hewan.

"Pemerintah daerah juga bisa memperketat pemeriksaan lalu lintas ternak antar-daerah sehingga bisa mengantisipasi sejak dini jika hewan kurban terjangkit PMK,” ujarnya.

Selain pengawasan pemerintah, Hindun mengimbau calon pekurban agar lebih jeli dalam memilih hewan. Masyarakat diingatkan untuk tidak sekadar tergiur oleh harga murah atau ukuran hewan yang besar tanpa memerhatikan kondisi kesehatannya.

"Masyarakat harus lebih bijak. Jangan hanya melihat harga dan ukuran, tetapi pastikan hewan tersebut sehat, tidak cacat, dan sesuai syariah. Kesadaran masyarakat adalah kunci karena ibadah kurban bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan keamanan," kata Hindun.

Baca juga: Presiden Prabowo sumbang 14 ekor sapi kurban untuk Sulawesi Tengah

Baca juga: DKPP Bandung siapkan aplikasi E-Selamat, pastikan berkurban aman

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |