Literasi dari platform kunci UMKM maksimalkan AI untuk dampak ekonomi

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pakar Budaya dan Komunikasi Digital Firman Kurniawan mengatakan literasi dari para platform pengembang teknologi kecerdasan artifisial (AI) menjadi kunci bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat memaksimalkan teknologi tersebut sehingga menciptakan dampak ekonomi yang positif.

"Sama seperti era masuknya media digital, aplikasi-aplikasi perbelanjaan waktu awal dulu masuk mereka banyak melakukan sosialisasi dan pemberdayaan oleh platform. Nah sekarang saat era AI, sudah ada memang UMKM yang menggunakannya, tapi tetap perlu juga kembali diajarkan oleh para pengembang platform," kata pria yang menjadi pengajar di program studi Filsafat Universitas Indonesia itu kepada ANTARA, Jumat.

Pemerintah Indonesia memandang UMKM sebagai tulang punggung ekonomi negara karena kontribusinya yang pada 2025 saja menyumbang lebih dari 60 persen PDB.

Baca juga: Jejak air di balik kecerdasan buatan

Baca juga: Menko Airlangga pelajari strategi Kanada kembangkan pusat data AI

Untuk mengoptimalkan dampak ekonomi yang lebih nyata di era digital, strategi masuk ke dalam platform lokapasar saja tidak cukup dan justru harus diperkuat dengan pemanfaatan teknologi termutakhir seperti AI.

Pemanfaatannya pun tidak hanya berputar pada pembuatan gambar ilustrasi untuk pemasaran semata, Firman mengatakan para pengembang platform AI dapat mengarahkan para UMKM untuk menggunakan AI dalam perencanaan pemasaran, manajemen bisnis, hingga memahami keamanan data.

Menurutnya program literasi dari para pengembang platform AI itu juga dapat diselaraskan dengan program pemerintah terkait dengan digitalisasi UMKM dan pembentukan UMKM sebagai bagian dari talenta digital.

Selain peran platform dalam meliterasi, Firman mengatakan agar lebih optimal ke depannya dibutuhkan pembentukan komunitas-komunitas UMKM yang tertarik dengan pemanfaatan AI sebagai wadah untuk berbagi ilmu.

Pembentukan komunitas itu bisa digagas langsung oleh platform, pemerintah, atau bahkan dapat terbentuk secara alami setelah beberapa pelaku UMKM yang mendalami AI berkumpul dan memutuskan untuk berbagi ilmunya.

Hadirnya komunitas UMKM yang tertarik dengan pemanfaatan AI bakal sangat bermanfaat karena ke depannya lewat komunitas justru pembelajaran mengenai AI bisa lebih efektif karena dilakukan dalam komunikasi sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Sekjen PBB serukan upaya global guna tetapkan batas pengaman untuk AI

"Biasanya ada pribadi-pribadi tertentu lalu membuat komunitas, itu mereka ngulik. Misalnya AI mereka coba untuk menyusun perencanaan pemasaran atau mendesain produk lebih menarik. Nah ini tujuan komunitas di mana mereka bisa saling berbagi. jadi selain mengandalkan platform, komunitas juga diberdayakan," kata Firman.

Membahas potensi Indonesia meraih potensi ekonomi dari AI, sebelumnya lembaga riset kebijakan Southeast Asia Policy Institute (SEAPPI) dalam laporan terbarunya mengungkapkan proyeksi potensi Indonesia meraih manfaat ekonomi dari AI pada 2030 dapat mencapai 366 miliar dolar AS (sekitar Rp5,8 kuadriliun).

Laporan yang dikerjakan bersama platform kecerdasan artifisial OpenAI itu bertajuk "Menutup Kesenjangan Kapabilitas KA

Indonesia" dengan basis data penggunaan AI di Indonesia pada layanan OpenAI serta survei dan riset lapangan SEAPPI.

Potensi Indonesia meraih manfaat ekonomi dari AI itu dapat saja hilang apabila negara gagal mengatasi kesenjangan kapabilitas dalam adopsi AI di sektor bisnis maupun sektor layanan publik.

Dalam rekomendasi SEAPPI sebagai solusi agar Indonesia menutup celah kesenjangan kapabilitas adopsi AI, salah satu yang ditawarkan ialah dorong agar pemerintah memberikan insentif untuk para pelaku UMKM yang memanfaatkan AI.

Pemerintah Indonesia disarankan mengintegrasikan program UMKM Go Digital dengan bantuan finansial berupa subsidi atau skema voucher AI.

Langkah ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil mendapatkan AI secara inklusif dengan dukungan berlangganan platform AI, mengakses layanan cloud, serta mengembangkan kasus penggunaan berbasis API.

Baca juga: OpenAI ungkap perilaku mengkhawatirkan model AI dalam pengujian

Baca juga: Alasan Peta Jalan AI nasional dirancang jangka menengah

Baca juga: RI perkuat manajemen perdagangan strategis menuju teknologi tinggi

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |