Kuba sebut EAEU dan BRICS jadi alternatif tatanan dunia Barat

2 weeks ago 15

Havana (ANTARA) - Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan blok ekonomi negara berkembang BRICS menjadi representasi model alternatif hubungan internasional yang didasarkan pada penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, dan kerja sama saling menguntungkan, kata Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Anayansi Rodriguez.

"EAEU dan BRICS adalah asosiasi negara-negara Global Selatan, yang mewakili alternatif kerja sama dan saling melengkapi; sebuah alternatif yang menunjukkan bahwa dunia yang lebih baik adalah sebuah kemungkinan, berdasarkan hukum internasional dan penghormatan terhadap norma internasional, termasuk norma perdagangan internasional," kata Rodriguez kepada RIA Novosti.

Dia mengatakan berbagai kegiatan EAEU dan BRICS menunjukkan kemungkinan untuk membangun hubungan saling menguntungkan antar-negara berdasarkan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB, termasuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain serta penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah negara.

"Mereka membangun hubungan mereka bukan atas dasar aliansi ideologis, melainkan atas dasar kerja sama, hubungan persahabatan, dan saling melengkapi antar negara dan perekonomian kita," kata Rodriguez.

Kuba juga telah menjalin hubungan kerja sama dan persahabatan dengan semua negara anggota EAEU serta negara-negara anggota dan mitra BRICS.

BRICS merupakan asosiasi antar-negara yang didirikan pada tahun 2006. Selain Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan; BRICS kemudian diikuti Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun 2024 serta Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada tahun 2025.

Kuba pun mengusulkan agar Zona Pengembangan Khusus Mariel dapat dimanfaatkan sebagai jembatan logistik antara EAEU, BRICS, dan negara-negara Amerika Latin serta Karibia.

"Zona Pengembangan Khusus Mariel milik Kuba memiliki potensi besar untuk menjadi pusat logistik, yang dapat berfungsi sebagai jembatan antara negara-negara EAEU atau BRICS dengan Amerika Latin dan Karibia," ujar Rodriguez.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PBB peringatkan dampak luas krisis energi Kuba

Baca juga: Rusia tegaskan tetap dukung Kuba di tengah tekanan eksternal

Baca juga: Pemerintah Kuba minta solidaritas internasional hadapi tekanan AS

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |