Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatat aktivitas mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin masih berlangsung pada H+4 dengan jumlah penumpang menuju Pulau Jawa mencapai lebih dari 1.000 orang di tengah arus balik.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto di Banjarmasin, Rabu mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat pada musim Lebaran tahun ini.
“Penumpang yang berangkat ke Surabaya berada di kisaran 1.000 orang berdasarkan data pemesanan tiket. Fenomena tersebut dipicu fleksibilitas waktu perjalanan yang dimanfaatkan masyarakat, sehingga keberangkatan tidak lagi terkonsentrasi pada periode menjelang hari raya,” ucapnya.
Akibat fenomena itu, ia menyampaikan arus mudik tetap terjadi meski telah memasuki fase pascalebaran dan berlangsung bersamaan dengan mulai meningkatnya arus balik.
Baca juga: InJourney pastikan layanan bagasi lancar saat arus balik Lebaran 2026
“Pergerakan penumpang menjadi lebih menyebar, tidak terfokus pada satu waktu seperti pola sebelumnya,” katanya.
Heri menilai, dinamika ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan transportasi laut, sehingga diperlukan kesiapan operasional dan pengaturan layanan yang adaptif.
KSOP mengimbau seluruh penumpang untuk mematuhi ketentuan perjalanan, termasuk aturan keselamatan dan barang bawaan guna menjaga kenyamanan bersama serta mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan agar perjalanan tetap aman dan tertib.
Fenomena mudik yang berlangsung setelah Lebaran ini diakui salah seorang penumpang, Hanin, warga Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, yang berangkat hari ini ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Baca juga: Jasa Marga prediksi puncak arus balik 29 Maret capai 250.000 kendaraan
Seorang penumpang kapal, Hanin (kanan) pemudik pada H+4 Lebaran, memberikan keterangan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (25/3/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)“Saya mudik setelah acara Lebaran di Martapura selesai, baru berangkat ke Madura,” ujarnya.
Ia menuturkan, pola tersebut telah menjadi kebiasaan setiap tahun karena harus menyelesaikan agenda keluarga lebih dahulu di Kalimantan Selatan sebelum menuju kampung halaman.
Dia mengatakan, perjalanan dilakukan bersama keluarga dan tidak terkendala tiket karena telah memesan lebih awal, dengan harga yang relatif stabil di kisaran Rp400 ribuan per orang.
“Setelah bersilaturahmi di Madura, kami sekeluarga kembali ke Kalimantan Selatan sekitar 10 hari ke depan untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan,” kata Hanin.
Baca juga: Menteri PU: Arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan relatif lancar
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































