Makassar, Sulsel (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berkolaborasi dengan Rappo Indonesia, meningkatkan ekonomi masyarakat prasejahtera melalui furnitur dan kerajinan daur ulang dari sampah plastik.
Officer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar Khayrunnisa menyampaikan bahwa kolaborasi ini sudah 1,5 tahun berjalan dan telah mengelola 10,5 ton sampah untuk menghasilkan furnitur, aksesoris dan plakat.
"Pertama karena pengolahan sampah jadi furnitur itu baru untuk kami di Makassar. Jadi kami tertarik pada saat awalnya mereka approach ke kami bahwa ini adalah salah satu bentuk variasi dari kegiatan Rappo Impact. Kami lebih tertarik ke yang baru ini," ujar Khayrunnisa di Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu.
Menurut dia, keberadaan sampah di Makassar harus dikelola dengan baik dan mendukung ekonomi sirkular serta Sustainable Development Goals.
"Awalnya pengolahan sampahnya itu sekitar 300 kg per bulan, nanti kami berharap bakal sampai dua kali lipatnya, dan lebih banyak lagi kantor-kantor atau perusahaan yang kerja sama dengan Rappo sehingga semakin banyak (produk) yang dihasilkan dan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja," katanya.
Sementara itu, Senior Officer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Vinca Resti Apriani mengatakan bahwa kolaborasi dengan Rappo berdampak besar terhadap masyarakat sekitar.
Baca juga: PLN UID Sulselrabar resmikan "HSSE control center" perkuat keselamatan
Baca juga: PLN siap sukseskan Program Reforma Agraria BPN lewat pendampingan UMKM
"Termasuk untuk kemandirian ekonomi, ketika kita lihat kondisi masyarakatnya seperti ini, dengan kita bekerja bersama dengan Rappo, kita juga meningkatkan kemandirian ekonomi warga sekitar," ujar Vinca.
Dalam kesempatan sama, General Affair Rappo Indonesia Riswanda Fatriansah mengatakan workshop furnitur daur ulang yang merupakan kolaborasi antara PLN UID Sulselrabar dan Rappo Indonesia telah menghasilkan kursi dan meja hasil produksi sampah daur ulang plastik yang diminati individu maupun kafe-kafe di Makassar.
Sedangkan produk plakat daur ulang dari workshop tersebut juga diminati oleh perusahaan-perusahaan swasta.
"Kalau untuk produk yang dihasilkan itu salah satunya plakat-plakat yang kita produksi dan sudah mulai ada beberapa pesanannya. Terus ada meja dan kursi. Untuk meja dan kursi ini biasanya yang pesan perorangan ataupun kafe," katanya.
Untuk pemasarannya, lanjut dia, saat ini masih lokal khusus untuk jenis meja sama kursi. Tapi kalau untuk yang plakat itu sudah sampai ke Jakarta.
"Bantuan yang diberikan oleh PLN ini sebenarnya sangat membantu kita, apalagi dengan kita mulainya mengolah sampah jenis High-Density Polyethylene (HDPE) ini. Harapannya itu serapan sampah yang bisa kita olah itu bisa lebih banyak lagi," ujarnya.
Sedangkan warga bernama Hendriadi mengatakan bahwa kehadiran workshop furnitur daur ulang tersebut mengurangi sampah-sampah di wilayah sekitar.
Dirinya juga mengakui setelah bergabung dengan workshop tersebut kondisi perekonomiannya semakin baik.
"Alhamdulillah semakin baik. Kita kerja di sini memang ada nilai ekonominya," katanya.
Menanggapi hal itu, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan kolaborasi dengan Rappo Indonesia merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus pemberdayaan masyarakat prasejahtera di Sulawesi Selatan.
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN tidak hanya soal penyediaan listrik, tapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat sekitar. Program pengolahan sampah plastik menjadi furnitur bersama Rappo ini adalah salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's) sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga," ujar Edyansyah.
Ia berharap kolaborasi ini terus berkembang dan berkelanjutan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Baca juga: PLN UID Sulselrabar perkuat daya saing UMKM Kendari Caddi lewat TJSL
Baca juga: PLN UID Sulselrabar mencatat penambahan 369 pelanggan baru agrikultur
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































