Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Kodam I/Bukit Barisan merampungkan rehabilitasi jembatan gantung di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, sebagai penghubung antarwilayah.
"Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan akses penghubung antarwilayah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat faktor usia," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Senin.
Asrul mengatakan jembatan gantung di Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan, Paluta tersebut menghubungkan dengan sejumlah wilayah sekitar yakni Desa Batanggogar di Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Lebih lanjut, ia mengatakan jembatan itu juga menghubungkan Dusun Kampung Tempel Desa Siancimun, Desa Hutabaru Nangka, serta Desa Sihopuk di Kecamatan Halongonan, Paluta.
"Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 2 meter tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan daerah itu," ucapnya.
Baca juga: Pemprov: R3P bencana Aceh diserahkan ke BNPB sebesar Rp153 triliun
Kapendam mengatakan kegiatan rehabilitasi dilaksanakan oleh Satgas Kodim 0212/Tapanuli Selatan (TS) bersama Satgas Denzibang dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
"Sinergi lintas unsur tersebut membuat seluruh rangkaian pekerjaan dapat dituntaskan dengan progres mencapai 100 persen," ucapnya.
Asrul mengatakan dalam pekerjaan yang dilakukan yakni penggantian papan lantai jembatan menggunakan plat besi, penggantian gelagar jembatan, pengelasan pada struktur jembatan, serta pengecatan jembatan gantung.
Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi dan faktor keselamatan," ucapnya.
Ia mengatakan selesainnya rehabilitasi jembatan gantung tersebut merupakan wujud komitmen TNI AD melalui Satgas Gulbencal Kodam I/BB dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Dengan selesainya rehabilitasi itu, jembatan sudah dapat digunakan oleh masyarakat dan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Meunasah darurat di Pidie Jaya Aceh dibangun di atas lumpur banjir
Baca juga: Dari Aceh hingga Sumbar, pembangunan huntap dan huntara terus berjalan
Baca juga: Dokter dan nakes TNI keliling ke rumah layani warga terdampak bencana
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































