KKP operasikan lab uji radioaktif untuk dukung ekspor perikanan

1 week ago 5
Lab BUSPM bisa menguji parameter mutu dan keamanan pangan baik bakteri, virus, kimia, logam berat, residu dan sekarang ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoperasikan laboratorium uji kontaminasi radioaktif produk perikanan untuk mendukung daya saing dan keberterimaan ekspor hasil perikanan Indonesia di pasar global, terutama Amerika Serikat (AS).

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan laboratorium yang berlokasi di Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM), Cipayung, Jakarta Timur, itu telah terakreditasi ISO 17025.

"Selain itu, laboratorium tersebut telah memperoleh persetujuan Bapeten sebagai otoritas pengawas nuklir serta persetujuan US FDA untuk melakukan pengujian sejumlah parameter radioaktif, termasuk Cs-137," kata Ishartini dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan laboratorium penguji kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) pada produk perikanan tersebut dibangun secara khusus untuk mendukung keberterimaan produk perikanan Indonesia, khususnya udang, di berbagai negara tujuan ekspor.

Menurut Ishartini, laboratorium BUSPM menjadi satu-satunya fasilitas pengujian radionuklida pangan asal ikan di Indonesia dan yang pertama di Asia Tenggara.

"Lab BUSPM bisa menguji parameter mutu dan keamanan pangan baik bakteri, virus, kimia, logam berat, residu dan sekarang ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan," ujarnya.

Ia menambahkan hasil pengujian laboratorium dapat digunakan untuk pengurusan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) sebagai salah satu persyaratan ekspor ke negara-negara yang mensyaratkan produk bebas kontaminasi radioaktif, seperti Amerika Serikat.

Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan Indonesia di tengah semakin ketatnya persyaratan perdagangan internasional.

Sejak 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, KKP mencatat telah mengawal ekspor udang ke Amerika Serikat sebanyak 4.072 kontainer.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.370 kontainer telah memasuki pasar AS dengan volume mencapai 51.607 ton senilai Rp8,78 triliun.

Baca juga: KKP perbanyak pintu ekspor perikanan Indonesia ke China

Baca juga: KKP: Rajungan Indonesia lolos standar AS hingga 2029

Baca juga: Produk perikanan RI catat potensi transaksi Rp419 miliar di Boston

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |