Jakarta (ANTARA) - Operator liga futsal Indonesia, PT. Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) menjalin kerjasama dengan klub futsal Palma demi membangun kompetisi berkualitas internasional di Indonesia.
Kerjasama ini diharapkan bisa mendorong Pro Futsal League (PFL) menjadi jauh lebih terbangun ekosistemnya dalam manajemen klub baik menangani pemain dan pelatih.
Lalu efek jangka panjangnya dari ekosistem yang coba dikembangkan ini yaitu bisa memberikan eksposur global untuk klub-klub futsal Indonesia dan meningkatkan nilai komersialisasi dari PFL.
“Saya datang untuk mencoba membangkitkan liga profesional Indonesia menjadi referensi di Asia dan salah satu liga paling penting di dunia,” ujar Presiden Palma Jose Tirado dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Baca juga: FFI umumkan pembentukan operator liga profesional dan PFL 2
“Ini adalah sesuatu yang menjadi liga terbaik di Asia dan dapat diperhitungkan di seluruh dunia. Ini adalah sesuatu yang menjadi tujuan dan juga kerjasama disini berarti bukan hanya kami datang untuk mengerjakan sesuatu sepele,” imbuh Jose Tirado yang nantinya akan bertugas sebagai penasihat strategis PFL.
Jose Tirado nantinya akan bertugas melalukan pemantauan futsal Indonesia dengan fokus dalam bidang manajemen olahraga, penyelenggaraan kompetisi, struktur klub dan profesionalisasi futsal.
Kehadiran Jose Tirado dan Palma tentu menjadi angin segar bagi perkembangan futsal Indonesia untuk bisa menciptakan ekosistem yang jauh lebih baik ke depannya.
Palma merupakan klub yang berbasis di Spanyol dengan segudang prestasi diantaranya menjadi juara Liga Champions Futsal tiga musim beruntun dari musim 2022/2023 hingga 2024/2025. Lalu juga mendulang dua gelar Piala Intercontinental pada musim 2023 dan 2024.
Baca juga: Indonesia bidik peluang tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028
Baca juga: Futsal Indonesia, menunggu sejarah tanpa kehilangan arah
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































