Ketika kota menjadi ruang sembuh

6 days ago 10
Ambisi menjadikan Surabaya sebagai pusat kesehatan regional tidak lepas dari konteks yang lebih besar

Surabaya (ANTARA) - Acara di pagi hari di Halaman Balai Kota Surabaya itu bukan sekadar seremoni.

Di tengah rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, sebuah arah baru kota mulai ditegaskan bahwa kota itu tidak lagi hanya memposisikan diri sebagai pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai simpul layanan kesehatan berkelas internasional melalui program Medical Tourism terintegrasi.

Di balik istilah yang terdengar teknokratis itu, terdapat gagasan sederhana namun ambisius, yakni menjadikan proses berobat tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan perjalanan yang utuh. Dari kedatangan pasien di bandara, layanan ambulans khusus, penanganan rumah sakit, hingga akomodasi keluarga dan akses wisata, seluruhnya dirangkai dalam satu sistem layanan.

Surabaya saat ini mengandalkan sedikitnya delapan rumah sakit yang telah mengantongi sertifikasi Medical Tourism dari Kementerian Kesehatan; RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Soewandhi, RS Universitas Airlangga, RS Husada Utama, RS Siloam Surabaya, RS Ubaya, RS Katolik St Vincentius a Paulo, dan RS Premier Surabaya. Masing-masing membawa spesialisasi berbeda, mulai dari kardiologi, kesehatan ibu dan anak, hingga layanan terapi lanjutan.

Namun yang menarik bukan sekadar jumlah fasilitasnya, melainkan cara kota ini mencoba mengikat semuanya dalam satu ekosistem. Pemerintah kota menggandeng biro perjalanan, rumah sakit, hingga sektor perhotelan agar pasien tidak lagi berpindah layanan secara terpisah, melainkan memasuki satu jalur layanan terpadu sejak awal.

Dalam desain ini, pasien dari luar kota bahkan luar negeri dapat memilih paket layanan, lengkap dengan estimasi biaya, fasilitas medis, hingga kebutuhan pendamping. Konsep ini menandai pergeseran penting bahwa kesehatan tidak lagi hanya sektor sosial, tetapi juga bagian dari industri jasa yang terintegrasi dengan pariwisata dan ekonomi lokal.

Surabaya sebenarnya tidak memulai dari nol. Sejak beberapa tahun lalu, gagasan medical tourism sudah mulai dirancang melalui kerja sama lintas sektor, termasuk universitas, asosiasi rumah sakit, hingga pelaku perjalanan. Namun baru dalam fase ini konsep tersebut ditegaskan sebagai program kota dengan target yang lebih terukur dan sistem yang lebih operasional.


Daya saing

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |