Kemenpar jadikan sport tourism prioritas geliatkan sektor ekonomi

1 week ago 4

Badung, Bali (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menjadikan pariwisata olahraga (sport tourism) termasuk bahari sebagai salah satu prioritas pemerintah guna menggeliatkan beragam sektor ekonomi di daerah.

Sport tourism itu menggerakkan ekonomi masyarakat termasuk UMKM,” kata Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti di sela pelaksanaan Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 ke-12 di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Menurut dia, secara umum ajang olahraga yang digabungkan dengan pariwisata itu berperan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara berkualitas.

Kualitas itu didapatkan dari kemampuan wisatawan asing tersebut untuk berbelanja mencakup pengeluaran di antaranya untuk penginapan, transportasi, makan dan minum.

Astiti menambahkan sport tourism juga berkaitan erat dengan kebutuhan layanan spa atau wisata kebugaran sehingga mendongkrak belanja dan meningkatkan pasar tenaga kerja.

Selain itu, lama tinggal wisatawan pada ajang sport tourism juga lebih panjang dibandingkan kegiatan olahraga misalnya rata-rata durasi kompetisi selama dua hingga tiga hari.

Namun, mereka sudah berada di arena kompetisi beberapa hari sebelum berlaga dan berpeluang besar memperpanjang durasi masa tinggal setelah pelaksanaan kompetisi olahraga selesai.

Baca juga: Menpora dorong Pordasi kembangkan "sport tourism"

Baca juga: Wellness-Sport tourism berpotensi dikembangkan di Gunungkidul

Salah satu ajang olahraga sport tourism yang saat ini diselenggarakan yaitu kompetisi renang perairan terbuka yang diikuti 78 orang, dan 49 orang ofisial sehingga total delegasi mencapai 127 orang dari 18 negara.

Ajang olahraga renang perairan terbuka tingkat Asia itu berlangsung di pesisir InterContinental Teluk Jimbaran pada 13-15 Juni 2026.

Selain diikuti atlet profesional, ajang tahunan itu juga diikuti sekitar 300 orang peserta dalam ajang A Stream OWS Series bagi perenang pemula, anggota komunitas olahraga, dan anggota masyarakat umum.

Sementara itu, sejumlah atlet mengaku terkesan dengan keindahan alam di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali dengan pemandangan perbukitan, pantai dan suasana yang mendukung mereka untuk bertanding.

Tak hanya berkompetisi, mereka juga menikmati liburan setelah berkompetisi renang perairan terbuka 5-10 kilometer dan estafet 4x1,5 kilometer.

“Bali memiliki lebih banyak budaya yang bisa dinikmati. Kalau untuk kompetisi olahraga ini yang pertama di Bali, tapi untuk kunjungan wisata, ini yang kedua kalinya,” kata atlet asal Taipei, Cho Cheng Chi.

Senada dengan Chi, atlet asal Kazakhstan Lev Cherepanov juga terkesan dengan suasana Bali dengan pemandangan alam yang membuatnya termotivasi untuk berkompetisi dan ingin kembali berwisata di Bali.

“Melihat matahari terbenam, itu menarik sekali, melihat laut, menikmati alamnya, jadi saya mau ke Bali lagi untuk liburan,” ucap Lev.

Baca juga: Menpar: 12th Asian OWS Championship 2026 geliatkan sport tourism

Baca juga: Kemenpar dongkrak wisatawan berbasis olahraga lewat ajang Geopark Run

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |