Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Tokushukai Medical Group Jepang menjadikan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta sebagai pusat pendidikan dan penelitian jantung terbesar se-Asia.
"Kita sudah saling tukar-menukar dokter, tukar-menukar ilmu pengetahuan, sekarang kita tukar-menukar aset lagi, bukan hanya jumlah dokternya yang makin lama makin tinggi, melainkan jumlah pengetahuannya juga makin lama makin tinggi," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu.
Menkes juga berharap dengan kolaborasi yang kuat antar-kedua belah pihak, layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia dapat semakin meningkat, mengingat setiap tahun, penyakit jantung menjadi beban biaya terbesar BPJS Kesehatan, sedikitnya RpRp17 triliun pada tahun 2025.
Baca juga: Kemenkes: kerjasama dengan Jepang tingkatkan kapasitas operasi jantung
"Harapannya, gedung yang lebih tinggi tidak hanya meningkatkan kapasitas fisik, tetapi juga meningkatkan ilmu, keterampilan tenaga medis, serta kualitas pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia," ujar dia.
Sementara itu, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota mengemukakan pembangunan gedung baru kolaborasi pemerintah Indonesia bersama Tokushukai ini mampu meningkatkan kapasitas rumah sakit dari sekitar 400 tempat tidur menjadi sekitar 800 tempat tidur.
"Sebagian fasilitas akan digunakan sebagai private wing (bangsal privat dan eksklusif) dengan layanan berstandar tinggi agar masyarakat Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri. Selain itu, gedung ini juga akan difungsikan sebagai pusat pendidikan dan penelitian melalui kolaborasi dengan Jepang dan negara lain," ujar Iwan.
Ia melanjutkan gedung baru akan tetap melayani pasien BPJS dengan proporsi sekitar 70–80 persen, sementara sebagian lantai atas akan digunakan untuk layanan premium guna menarik pasien yang selama ini berobat ke luar negeri.
"Selain itu, dokter spesialis dari Jepang dan negara lain akan praktik secara rutin di bangunan RS baru ini," katanya.
Tak hanya itu, setiap tahun, dari Tokushukai Group akan mengirimkan beberapa dokter setiap satu kali dalam setahun dan ada perawat yang akan magang di RSJPD Harapan Kita.
Baca juga: RS Harapan Kita dapat bantuan Rp1 triliun dari Jepang
Baca juga: Medtronic dan RS Harapan Kita tingkatkan layanan kardiovaskular
"Justru mereka magang di sini karena loading case yang besar. Berkali-kali ke depan, kita akan mencoba untuk meningkatkan bukan hanya kapasitas untuk pendidikan, melainkan juga jumlah riset. Kolaborasi riset akan kami tingkatkan jumlah dan kualitasnya," ucap Iwan.
CEO Tokushukai Medical Group, Shinichi Higashiue menegaskan pihaknya menargetkan pusat pendidikan dan pelatihan jantung di RSJPD Harapan Kita mampu menjadi yang terbesar se-Asia.
"Bangunan ini akan memberikan layanan kardiovaskular yang paling canggih, dan kami ingin menjadikan institusi ini salah satu pusat pendidikan dan pelatihan jantung terbesar di Asia," ucap Shinichi.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































