Kemendikdasmen gandeng kampus perluas pemartabatan Bahasa Indonesia

1 week ago 18

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi guna pengembangan bahasa dan sastra Indonesia sehingga Bahasa Indonesia semakin kuat di dalam negeri dan makin dikenal di dunia internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui peran kampus.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat menegaskan sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Naskah yang telah kita tandatangani bersama antara Badan Bahasa dan UMSU menjadi wujud komitmen, kolaborasi, dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, selain menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga memiliki kemampuan menjangkau masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Karena itu, keterlibatan kampus menjadi bagian penting dalam memperluas dampak berbagai program kebahasaan dan literasi yang dijalankan pemerintah.

Ia menambahkan bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter.

Karena itu, penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing.

“Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi,” ujar Hafidz.

Kolaborasi antara Badan Bahasa, UMSU, dan UNPRI menunjukkan bahwa pembangunan bahasa dan sastra Indonesia merupakan kerja bersama.

Baca juga: Badan Bahasa: Pembelajaran bahasa Indonesia sudah ada di 61 negara

Baca juga: Badan Bahasa: Kemampuan literasi bukan sekadar bisa membaca

Baca juga: Mendikdasmen sebut terdapat 817 bahasa daerah di Indonesia

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |