Kemendagri adaptasi warisan keraton dalam sistem ketatanegaraan 

6 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri Wahyu Chandra Kusuma mengatakan nilai historis dalam kerajaan keraton Nusantara yang masih ada turun temurun sampai saat ini masih digunakan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan.

“Dua kitab yang merupakan warisan sejarah yang digunakan sampai dengan saat ini. Negara Kertagama, Suta Soma menjadi bagian dari penyelenggaraan ketatanegaraan,” kata Chandra dalam acara pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat.

Chandra mengatakan konsep kepemimpinan yang diadaptasi pemerintahan saat ini juga bersumber dari akar budaya kerajaan yang tidak terlepas dari simbol bintang sisi delapan atau Asta Brata yang diartikan simbol kepemimpinan yang beretika, bijaksana dan mengayomi masyarakat.​​​​​​​

Baca juga: Warisan budaya bisa diangkat dengan sentuhan kreativitas

Baca juga: FSKN gelar pameran lukisan "Revitalisasi Keraton Nusantara"

Chandra mengatakan Kemendagri juga melakukan identifikasi warisan nilai luhur yang tersebar di masyarakat sebagai aset budaya tak benda yang perlu dilestarikan dan dihimpun kembali.

“Kami banyak menemukan manuskrip-manuskrip kuno yang masyarakat itu pegang sebenarnya tidak mengetahui maknanya. Ini mungkin peran serta dari pemerintah, dari kita semua untuk dapat menghimpun kembali, mengintisarikan kembali,” kata Chandra.

Ia mengatakan kolaborasi dengan lembaga pemerintahan lain perlu dilakukan guna mengarsipkan kembali warisan budaya luhur yang menjadi pilar kehidupan berbangsa turun temurun hingga saat ini.

Tujuannya untuk menjadi pegangan nilai budaya yang luhur bagi generasi muda penerus bangsa dan untuk kemajuan, kemakmuran serta kesejahteraan Nusantara di masa yang akan datang.

“Mohon sekali manuskrip-manuskrip terkait dengan konsepsi-konsepsi tata kehidupan, penyelenggaraan, kenegaraan, kemasyarakatan ini dapat dihimpun kembali. Kami terima kasih dari BRIN, kami dengan BPSDM tentunya nilai-nilai kepemimpinan itu kami sangat kami perlukan,” katanya.

Baca juga: Antropolog nilai diplomasi budaya keraton perlu melibatkan komunitas

Baca juga: Kemenbud terus genjot revitalisasi keraton untuk pemajuan budaya

Baca juga: Revitalisasi keraton bisa diwujudkan dalam inovasi pengalaman kreatif

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |