KDEI: UMKM RI di Taiwan bukukan potensi transaksi Rp5,98 miliar

2 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mencatat potensi transaksi sebesar 357 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,98 miliar dari kegiatan penjajakan bisnis (business matching) usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dengan calon pembeli di Taiwan.

Dalam keterangan di Jakarta, Senin, business matching yang digelar pada 1 Februari 2026 tersebut mempertemukan 24 UMKM binaan Akademi Mudah Ekspor (AME) dengan 20 calon pembeli potensial di Taiwan. Produk unggulan yang diminati meliputi makanan ringan, bumbu, sambal, kopi, dan gula merah organik, serta produk fesyen, kerajinan tangan, dan pupuk organik.

Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo mengatakan, hasil business matching menunjukkan tingginya minat pasar Taiwan terhadap produk UMKM Indonesia, khususnya sektor makanan dan minuman.

"Kegiatan ini berhasil menarik minat pembeli potensial dan memperoleh respons positif. Kami berharap kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekspor Indonesia ke Taiwan," ujar Arif.

Menurut Arif, Taiwan merupakan salah satu mitra dagang penting di Asia Timur yang memiliki tren perdagangan positif, khususnya pada produk makanan dan minuman dari sektor UMKM.

Tren ini menunjukkan tingginya minat pasar Taiwan terhadap produk pangan Indonesia. Menurutnya, kondisi ini menjadi peluang strategis bagi UMKM untuk memperluas akses pasar ekspor.

Kinerja ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Taiwan terus menunjukkan tren positif.

Pada 2025, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar 75,93 juta dolar AS atau meningkat 6,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, total perdagangan Indonesia dan Taiwan mencapai 9,95 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 5,54 miliar AS.

Business matching tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Workshop UMKM BISA Ekspor dan Business Matching yang diselenggarakan KDEI Taipei bersama Kemendag RI dan Akademi Mudah Ekspor pada 1-2 Februari 2026 di Taipei.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI Fajarini Puntodewi menyampaikan, kegiatan ini juga melibatkan diaspora Indonesia di Taiwan sebagai jembatan penghubung antara UMKM nasional dan pasar luar negeri.

"Diaspora memiliki peran strategis dalam menjembatani UMKM Indonesia dengan konsumen di Taiwan. Kami berharap keterlibatan diaspora dapat mendorong peningkatan ekspor nasional secara berkelanjutan," kata Puntodewi.

Menurut Puntodewi, program UMKM BISA Ekspor terus difokuskan untuk memperluas akses pasar global bagi produk lokal. Sepanjang 2025, Kemendag telah memfasilitasi 622 penjajakan bisnis dengan total transaksi dan potensi transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |