JFX perkuat ekosistem perdagangan berjangka respons situasi global

1 day ago 3
Dalam kondisi pasar yang semakin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) memperkuat ekosistem perdagangan berjangka sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian global yang memicu volatilitas harga komoditas.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa waktu terakhir tensi geopolitik telah mendorong fluktuasi harga berbagai komoditas strategis, mulai dari energi hingga logam mulia. Kondisi ini memperkuat kebutuhan akan mekanisme perdagangan yang transparan serta instrumen lindung nilai (hedging) yang mampu membantu pelaku pasar mengelola risiko secara lebih terukur.

Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya menjelaskan pelaku pasar semakin membutuhkan instrumen yang tidak hanya memberikan perlindungan terhadap risiko, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha.

“Dalam kondisi pasar yang semakin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan. Perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandardisasi, dan mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar,” ujar Yazid dalam acara temu media di Jakarta, Rabu.

Sebagai respons, JFX mendorong pengembangan produk kontrak yang lebih fleksibel dan mudah diakses, termasuk memperluas partisipasi dari segmen ritel.

Selain itu, JFX juga meningkatkan konektivitas dengan pasar global serta memperkuat ragam produk yang mendukung kebutuhan lindung nilai.

Di sisi inovasi, JFX tengah menyiapkan kontrak berukuran mikro dan nano untuk sejumlah komoditas seperti emas, perak, tembaga, dan energi. Produk ini dirancang untuk meningkatkan inklusi pasar dengan membuka akses bagi investor dengan skala modal lebih kecil.

JFX juga mengembangkan perdagangan emas digital yang menggabungkan kemudahan transaksi berbasis digital dengan kepastian underlying emas fisik. Skema ini diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara aksesibilitas dan keamanan bagi investor.

Sejalan dengan itu, JFX terus mendorong penguatan ekosistem perdagangan yang transparan, terawasi, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pelaku pasar.

Adapun dari sisi kinerja, sejumlah produk unggulan JFX mencatat kontribusi signifikan terhadap aktivitas perdagangan.

Pada sektor komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar ekspor timah Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS pada 2025.

Sementara, pada perdagangan derivatif, kontrak olein (OLE01) berkontribusi sebesar 38,7 persen terhadap total volume transaksi Exchange Traded Derivatives (ETD) JFX atau setara dengan 615.028 lot. Adapun kontrak Loco Gold mendominasi transaksi over-the-counter (OTC) dengan porsi mencapai 85,2 persen dari total volume.

Selain komoditas, JFX juga menawarkan produk berbasis efek global melalui skema PALN yang mencakup perdagangan saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat.

Produk ini menjadi bagian dari diversifikasi instrumen di JFX, dengan tren transaksi yang terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

“Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan likuiditas, dan memperkuat pembentukan harga,” kata Yazid.

Baca juga: ICDX catat perdagangan berjangka komoditi naik 96 persen di Q1 2026

Baca juga: Volume perdagangan pasar emas fisik secara digital tumbuh 25,20 persen

Baca juga: Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia 2026 resmi dibuka

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |