Jesus Vivas: 11.000 imigran Maroko masih bertahan di Ceuta

2 weeks ago 23

Moskow (ANTARA) - Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengatakan jumlah imigran asal Maroko yang masih berada di wilayah kantong kota tersebut secara signifikan dianggap remeh oleh Pemerintah Spanyol.

Setelah adanya gelombang kedatangan imigran yang ramai dibicarakan pada akhir Juli lalu, Jesus Vivas menyebut jumlah imigran tanpa dokumen itu berkisar antara 8.000 hingga 11.000 orang.

"Pemerintah (Spanyol) mengeklaim bahwa 2.500 migran masih berada di Ceuta. Data awal menunjukkan bahwa antara 8.000 hingga 11.000 orang masih berada di sana," kata Jesus Vivas dalam sebuah video yang diunggah di platform X oleh kantor berita Europa Press.

Baca juga: Spanyol kerahkan 300 polisi dan 2.000 tentara cegah gelombang migran

Dia menambahkan situasi di wilayah kantong itu belum kembali normal setelah terjadinya lonjakan tajam kedatangan imigran. Pekan lalu, Ceuta mengalami arus masuk imigran yang sangat besar dari negara tetangga, Maroko.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara tersebut. Sekitar 70.000 di antaranya telah kembali ke Maroko.

Sementara itu, pihak Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki Ceuta, enklave Spanyol yang berada di Afrika Utara tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

​​​​​​​Baca juga: Ratusan migran terdampar di Pantai Ceuta tak dapat ajukan suaka

Baca juga: Raja Felipe VI akan kunjungi Ceuta di tengah krisis migrasi

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |