Istanbul (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang sejumlah pangkalan musuh di Kuwait dan Bahrain setelah drone Amerika Serikat menyerang sejumlah lokasi di wilayah Iran, menurut laporan Tasnim News pada Sabtu.
Angkatan Udara IRGC menargetkan Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait serta fasilitas utama Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dengan rudal balistik, menurut kantor berita semi-resmi tersebut.
Serangan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan drone Amerika terhadap menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan sebuah menara di Sirik, kata IRGC.
IRGC memperingatkan agresi lebih lanjut akan memicu respons yang melampaui serangan terbatas, termasuk penutupan total Selat Hormuz bagi pengiriman minyak dan gas.
Baca juga: Trump sebut ia bisa bertemu pemimpin Iran jika kesepakatan tercapai
Ancaman tersebut pun mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi berkepanjangan.
Adapun ketegangan di regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari hingga memicu serangkaian aksi balasan dan memperluas ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap Israel dengan menargetkan negara-negara yang menjadi pangkalan militer AS, serta mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz sebagai jalur penting bagi pasokan energi global.
Gencatan senjata kemudian mulai diberlakukan, meskipun upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas masih terus berlanjut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran minta asetnya yang dibekukan cair dalam kesepakatan dengan AS
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































