Tangerang (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, memastikan kelancaran layanan bagasi hingga troli untuk para pengguna jasa penerbangan saat lonjakan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, di Tangerang, Rabu mengatakan bahwa pada arus balik ini, pihaknya berfokus pada area kedatangan untuk memastikan penumpang dapat terlayani dengan optimal meskipun terjadi lonjakan penumpang.
Salah satu di antaranya kesiapan layanan penanganan bagasi, kelancaran transportasi, dan ketersediaan troli di sejumlah Terminal di Bandara Soetta.
"Kami dari pihak bandara untuk menjaga waktu datangnya bagasi di area bagasi tidak lama. Jadi standar kami adalah 15 menit untuk bagasi pertama dan 30 menit untuk bagasi yang terakhir," tuturnya.
Kemudian, kata Heru, ketersediaan troli penumpang juga jadi fokus utama sebagai melengkapi layanan optimal dari kebutuhan barang-barang bawaan yang cukup banyak selama masa angkutan Lebaran tersebut. "Maka kami pastikan ketersediaan troli harus mencukupi," katanya.
Selain itu, pengelola Bandara Soekarno Hatta juga memastikan kenyamanan dan ketersediaan transportasi yang memadai untuk mobilisasi penumpang dari terminal kedatangan seperti kereta bandara, bus dan taksi.
Dimana, dalam hal ini, pihaknya telah membuka layanan antar jemput shuttle bus selama 24 jam bagi penumpang sebagai antisipasi terjadinya lonjakan selama masa angkutan arus balik mudik Lebaran tersebut.
"Ya. Untuk operasional moda transportasi untuk kendaraan, seperti shuttle bus dan segala macam itu disiagakan 24 jam," ucapnya.
Ia mengungkapkan, layanan moda transportasi darat khusus antar jemput penumpang di terminal penerbangan ini difokuskan untuk mendukung sejumlah pergerakan pemudik selama arus balik Lebaran di area kedatangan Bandara Soetta.
Selain itu, unit Skytrain atau kereta kalayang juga disiagakan selama 23 jam operasional guna membantu aktivitas para pengguna jasa penerbangan dalam mengakses antar terminal.
"Sedangkan untuk Skytrain beroperasi sampai dengan jam 11 atau pukul 23.00 WIB. Karena memang Skytrain itu butuh waktu lima jam untuk melakukan maintenance, cek kesiapan untuk besok paginya beroperasi kembali," ungkapnya.
Heru mengatakan, selama lonjakan trafik yang signifikan, operasional bandara tetap berjalan dengan baik melalui penguatan koordinasi lintas instansi serta optimalisasi layanan di seluruh area terminal.
"Untuk kesiapan personel kami tidak pernah menurunkan jumlah personil. Justru pada angkutan saat ini kami tetap menyiagakan dalam jumlah personel yang memadai. Jadi kami tetap menyiagakan jumlah personel yang sama dengan saat arus mudik," ujarnya.
Dalam hal ini, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi arus balik Lebaran di bandaranya itu terjadi dua gelombang puncak yakni pada Selasa (24/3) dan Sabtu (28/3).
"Jadi sama dengan arus mudik kemarin, terdapat dua kali lonjakan penumpang. Dimana, arus mudik terjadi pada 14 Maret (prediksi 177.000, realisasi 184.000) dan 18 Maret (H-2) dengan realisasi mencapai 190.000 penumpang," katanya.
Ia bilang, untuk gelombang ke dua puncak arus balik yang diprediksi terjadi tanggal 28 Maret 2026 ini akan ada pergerakan penumpang dengan estimasi mencapai sekitar 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan dalam satu hari.
"Hari ini saja 14 Maret 2026 kami merencanakan melayani 190.000 penumpang, namun puncaknya tetap diprediksi pada Sabtu, 28 Maret 2026," katanya.
Menurutnya, dari rencana operasi jumlah penerbangan dan jumlah penumpang saat ini melebihi dari prediksi. Dimana, sejak awal tren atau trafik pergerakan pesawat telah mencapai 1.184 penerbangan dengan 190.000 penumpang.
"Kami masih melihat dari rencana operasi yang kami susun dari data maskapai, yaitu di tanggal 28 Maret atau Sabtu nanti. Kami prediksi akan melayani sejumlah 198.000 penumpang," ujarnya.
Sementara itu, untuk realisasi layanan hingga periode Sabtu (14/3) H-7 hingga Selasa (24/3) H+2 mudik Lebaran 2026 di Bandara Soetta mencapai 1.983.067 orang.
"Berdasarkan catatan kami dari periode awal mudik tanggal 14 sampai 24 Maret 2026 ini, kami telah melayani 1.983.067 orang penumpang," ucapnya.
Secara kumulatif pihaknya telah melayani 1,9 juta penumpang dengan 13.184 pergerakan pesawat, atau tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebagai masa recovery normal.
"Sampai dengan H+2, kami telah melayani sebanyak 13.184 flight, tumbuh sebesar 4,7 persen dibanding tahun 2025 dan 5,6 persen dibandingkan di tahun 2019," papar dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































