Kupang (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi ekosistem baru penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar wadah simpan pinjam.
"Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di NTT akan menjadi ekosistem baru ekonomi NTT," katanya saat meninjau KKMP Manulai II di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu.
Menurut Ferry, koperasi harus kembali pada “ruh perjuangan”-nya sebagai alat pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil agar naik kelas dan berdaya saing.
“Yang paling penting adalah semangatnya. Kalau semangatnya kuat, koperasi ini bisa tumbuh jadi kekuatan ekonomi baru masyarakat,” katanya.
Ia optimistis KKMP Manulai II yang dimulai dari usaha sederhana akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan, terutama dengan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Baca juga: LPDB siapkan Rp2,1 triliun, dorong pengembangan PLTS berbasis koperasi
Lebih jauh, Ferry menekankan program strategis nasional Koperasi Merah Putih merupakan arahan langsung Presiden agar masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi naik menjadi pelaku usaha.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan koperasi ke depan tidak boleh berhenti di sektor produksi, tetapi harus masuk ke rantai nilai yang lebih luas.
“Kita tidak bisa lagi jalan sendiri-sendiri. Harus kolaborasi, dari produksi, hilirisasi, distribusi, sampai pemasaran bahkan industri,” ujarnya.
Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, mengatakan koperasi yang dipimpinnya mulai berani memproduksi dan memasarkan produk lokal asli NTT, termasuk sembako dan beras hasil kerja sama dengan berbagai pihak.
“Ini bukti bahwa koperasi bisa jadi wadah nyata bagi produk lokal untuk berkembang,” katanya.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































