Huawei luncurkan HarmonyOS 7 dengan "spatial effect" & peningkatan AI

1 week ago 14

Jakarta (ANTARA) - Huawei secara resmi meluncurkan sistem operasi terbarunya HarmonyOS 7 dalam konferensi untuk para pengembang aplikasi tahunannya.

Secara umum sistem operasi ini hadir dengan pengalaman visual lebih segar bernama spatial effect serta peningkatan kapasitas kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang lebih optimal.

Dalam laporan Gizmochina, Jumat, Huawei mengatakan operasi sistem versi baru ini juga didesain memberikan interaksi yang lebih terintegrasi di seluruh ekosistem gawainya mulai dari ponsel pintar, tablet, PC, hingga perangkat wearable.

Baca juga: Perangkat Pengguna HarmonyOS 5 dari Huawei Tembus 23 Juta Unit

Membedah masing-masing peningkatannya, Huawei mengenalkan bahasa desain baru bernama spatial effect, yang memberikan kesan kedalaman yang lebih besar pada tampilan antarmuka.

Huawei berupaya menghadirkan efek tiga dimensi di seluruh sistem termasuk layar kunci yang terasa menyatu dengan wallpaper. Tampilan ini juga menghadirkan efek pencahayaan yang baru, menambahkan beberapa gerakan dan kedalaman pada desain tombol, slider, maupun elemen lainnya di dalam layar.

Dalam hal peningkatan AI, Huawei menghadirkan kecerdasan artifisial yang berperan lebih jauh pada Harmony OS 7. Huawei mengatakan ini adalah sistem operasi pertamanya yang dibangun di sekitar arsitektur berbasis AI yang komprehensif, bukan sekadar menambahkan fitur AI di atasnya.

Asisten AI Celia yang telah ditingkatkan kini diposisikan sebagai pusat kecerdasan tingkat sistem yang mampu memahami maksud pengguna, melakukan tindakan multilangkah, dan menjalanka interaksi lebih dalam dengan aplikasi dan layanan.

Huawei juga memperkenalkan HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0, yang diklaim dapat meningkatkan tingkat penyelesaian tugas untuk permintaan kompleks hingga di atas 90 persen.

Pembaruan ini juga memperluas kemampuan AI pada Harmony OS, khususnya dalam pembuatan konten. Beragam alat pengeditan foto hadir lebih cerdas serta bantuan tingkat sistem yang lebih baik.

Huawei mengatakan asisten AI-nya kini dapat mendukung berbagai perintah di dalam aplikasi yang lebih luas dan merespons permintaan dengan bahasa alami secara lebih efektif.

Bersamaan dengan peningkatan AI, HarmonyOS 7 memperkenalkan platform antipenipuan baru yang bertujuan untuk melindungi pengguna dari penipuan umum.

Sistem ini dapat mengidentifikasi kode QR yang mencurigakan, mendeteksi halaman web yang berpotensi curang, menandai upaya peniruan identitas aplikasi, dan mengenali nomor telepon luar negeri yang dipalsukan.

Baca juga: BYD berencana kembangkan konektivitas mobil dan rumah via HarmonyOS

Huawei juga menambahkan deteksi penipuan suara berbasis AI dan beberapa alat lain yang berfokus pada keamanan komunikasi. Peningkatan kinerja adalah bagian penting lainnya dari pembaruan ini.

Menurut Huawei, HarmonyOS 7 memberikan kinerja hingga 15 persen lebih baik daripada generasi sebelumnya sambil tetap mengendalikan pertumbuhan beban sistem jangka panjang.

Huawei juga telah mengkonfirmasi perangkat-perangkat yang memenuhi syarat untuk program Beta Pengembang HarmonyOS 7.

Mulai hari ini, beta pengembang tersedia untuk perangkat seperti Huawei Mate 80 Pro, Mate X7, Mate XT Master, Pura 90 Pro Max, Pura X, Pura X Collector's Edition, dan nova 15 Pro.

Pengembang dengan perangkat yang didukung dapat segera memulai pengujian HarmonyOS 7, sementara peluncuran versi stabil diharapkan akan dilakukan akhir tahun ini.

Seri Huawei Mate 90 yang diperkirakan akan diluncurkan pada September di China, akan menjadi ponsel Huawei pertama yang dilengkapi dengan HarmonyOS 7 versi stabil.

Baca juga: Apple rilis pembaruan iOS 27 hingga ke iPhone 11

Baca juga: Xiaomi akan merilis sistem operasi generasi baru dalam tahun ini

Baca juga: Dari sistem operasi ke sistem kecerdasan

Baca juga: Samsung rilis global One UI 8.5 untuk seri Galaxy S,Fold,& Flip

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |