Guterres: Misi perdamaian PBB harus berlandaskan kesepakatan efektif

5 hours ago 9

PBB (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hanya dapat mengerahkan pasukan penjaga perdamaian berdasarkan perjanjian perdamaian atau gencatan senjata yang sah, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (26/8).

"Operasi penjaga perdamaian seharusnya hanya dikerahkan ketika ada perjanjian perdamaian atau setidaknya gencatan senjata yang benar-benar efektif. Kita tidak bisa menjaga perdamaian jika tidak ada perdamaian untuk dijaga," kata Guterres dalam pertemuan Majelis Umum PBB pada Rabu (26/8).

Ia menegaskan bahwa PBB tidak dapat menjaga perdamaian jika tidak ada perdamaian untuk dijaga.

Sekjen PBB menilai bahwa operasi perdamaian Lembaga Dunia itu merupakan bentuk aksi multilateral yang sangat penting karena mampu membantu meredakan krisis, menghentikan konflik, mempertahankan gencatan senjata, serta melindungi warga sipil.

Di wilayah yang dilanda pertumpahan darah, katanya, operasi itu menciptakan ruang untuk dialog dan membuka jalan menuju perdamaian dengan mendukung proses perdamaian, memajukan implementasi kesepakatan, mendampingi transisi politik yang kompleks, serta meletakkan fondasi untuk pemulihan jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa misi-misi PBB telah membantu mengkonsolidasikan perdamaian mulai dari Kamboja hingga El Salvador, dan dari Timor-Leste hingga Republik Afrika Tengah.

"Upaya kami dalam sengketa perbatasan Kamerun-Nigeria merupakan contoh nyata lainnya. Melalui upaya mediasi dan mewujudkan perdamaian, kami membantu para pihak-pihak menemukan titik temui bagaimana menerapkan putusan Mahkamah Internasional.

Selanjutnya, kami mengerahkan misi politik khusus yang membantu melakukan demarkasi batas wilayah dan pada akhirnya mengakhiri sengketa perbatasan tersebut," katanya.

Menurutnya, pendekatan PBB terhadap operasi perdamaian telah berkembang selama delapan dekade terakhir, mengikuti perubahan konflik dan dinamika peluang untuk melakukan aksi bersama.

"Kini, pendekatan tersebut harus kembali beradaptasi dengan realitas baru yang dramatis," katanya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-Situs PBB

Baca juga: Sekjen PBB sebut reformasi Dewan Keamanan tak terhindarkan

Baca juga: Sekjen PBB sebut kelaparan Sudan dan Gaza tonggak sejarah memalukan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |