Jakarta (ANTARA) - Forum filantropi Islam yang terdiri dari Forum Zakat (FOZ), Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.
“Potensi zakat Indonesia mencapai sekitar Rp340 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp44 triliun. Kolaborasi SDM, jaringan, serta integrasi data muzaki menjadi kunci untuk meningkatkan capaian tersebut,” ujar Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pernyataan Sodik itu disampaikan dalam Leaders Talk 2026 di Jakarta, dengan mengusung tema “Menguatkan Kolaborasi Zakat Nasional untuk Wujudkan Indonesia Berdaya”.
Forum tersebut menjadi momentum strategis dalam menyatukan arah gerakan zakat nasional berbasis kolaborasi dan integrasi.
Melalui Leaders Talk 2026, BAZNAS, FOZ, dan POROZ menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi, integrasi data, serta sinergi program dalam mendorong zakat sebagai instrumen strategis pembangunan kesejahteraan umat di Indonesia.
Dalam forum tersebut, masing-masing lembaga mengemukakan pandangannya dalam upaya memperkuat optimalisasi potensi zakat.
Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana memperkenalkan pendekatan dual track activities dalam penguatan zakat nasional, yakni penguatan kinerja internal lembaga serta optimalisasi kinerja kolektif dalam ruang kolaborasi.
Menurutnya, pendekatan ini ditopang oleh empat pilar utama yakni komunikasi, harmonisasi, integrasi, dan konektivitas ekosistem.
Isu integrasi data juga menjadi sorotan utama. Forum tersebut menghasilkan komitmen bersama anggota FOZ untuk membangun platform dashboard pendataan zakat nasional.
Penandatanganan nota kesepakatan terkait platform data menjadi langkah konkret menuju pengelolaan zakat yang lebih terintegrasi.
Ketua Bidang Inovasi dan Literasi FOZ Eko Muliansyah menekankan transformasi digital zakat tidak lagi berfokus pada pembangunan aplikasi semata, melainkan pada pembangunan ekosistem data bersama.
“Yang dibutuhkan saat ini bukan kesempurnaan sistem, melainkan kesediaan untuk memulai. Data yang terintegrasi akan mengubah tumpukan informasi menjadi lompatan dampak,” ujarnya.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































