ESDM: Aktivitas Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal

4 hours ago 8

Manado (ANTARA) - Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh

"Dari pengamatan instrumental periode 1-15 Agustus 2026 terekam sebanyak 323 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 21 kejadian per hari, 32 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal, empat kali gempa terasa skala I-II MMI dan 523 kali gempa tektonik jauh (TJ)," kata Lana Saria dalam laporan evaluasi Gunung Awu yang diterima ANTARA di Manado, Kamis.

Energi gempa-gempa vulkanik secara keseluruhan, berdasarkan nilai perataan amplitudo rekaman gempa 'Real Time Seismic Amplitude Measurement' (RSAM) menunjukkan nilai fluktuatif.

Grafik RSAM secara umum masih mengalami peningkatan yang dipengaruhi aktivitas gempa tektonik yang masih tinggi di sekitar G. Awu, sementara gempa vulkanik dangkal saat ini juga masih tetap tinggi.

Berdasarkan evaluasi pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024, dimana embusan asap kawah tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api.

Baca juga: Badan Geologi turunkan status Gunung Awu di Sulut menjadi Waspada

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas hembusan asap masih berkisar di dalam kawah, dan tidak melewati puncak yang mengartikan tidak terjadi peningkatan temperatur di dalam kawah dibandingkan periode sebelumnya.

Meskipun demikian, aktivitas kegempaan dan akumulasi tekanan mengalami peningkatan pada kedalaman dangkal, sehingga secara umum kondisi Gunung Awu pada saat ini masih di atas normal.

Potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya.

Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga: ESDM: Kegempaan Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal

Baca juga: ESDM: Gempa vulkanik dangkal Gunung Awu naik 21 kejadian per hari

Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa apabila konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Pada tingkat aktivitas Level II (Waspada) direkomendasikan antara lain masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |