Era mobil listrik, bobot mobil di China naik 392 kg dalam 12 tahun

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Mobil penumpang di China menjadi jauh lebih berat, dengan rata-rata berat kosong (curb weight) mobil baru meningkat dari 1.312 kg pada 2012 menjadi 1.704 kg pada 2024, atau berarti terjadi kenaikan sebesar 392 kg dalam 12 tahun.

Data yang dikutip oleh stasiun televisi pemerintah CCTV, yang dikutip Carnewschina, Jumat (5/6) waktu setempat, menunjukkan bahwa laju kenaikan berat kendaraan semakin cepat, dengan penambahan berat yang terjadi antara 2020 hingga 2024 melebihi total kenaikan yang tercatat selama delapan tahun sebelumnya.

Para ahli industri menilai bahwa sebagian besar kenaikan berat kendaraan disebabkan oleh transisi cepat China menuju elektrifikasi.

Baterai lithium iron phosphate (LFP) dan baterai lithium ternary yang saat ini digunakan masih memiliki keterbatasan dalam kepadatan energi. Untuk memperpanjang jarak tempuh, produsen sering memasang paket baterai yang lebih besar, sehingga menambah massa kendaraan secara signifikan.

Baca juga: CATL resmikan pusat uji penyimpanan energi terbesar dunia di China

Kendaraan energi baru (NEV) keluarga yang umum di pasaran saat ini biasanya menggunakan paket baterai dengan berat antara 500 kg hingga 650 kg.

Sementara itu, varian jarak jauh dapat menggunakan paket baterai seberat 700 kg hingga 800 kg. Motor listrik, sistem elektronika daya, serta struktur pelindung baterai yang diperkuat juga turut menambah berat total kendaraan.

Permintaan konsumen juga bergeser ke kendaraan berukuran lebih besar. SUV ukuran penuh, MPV mewah, dan model unggulan seri “9” semakin populer, sehingga mendorong produsen untuk memperbesar dimensi kendaraan dan menambahkan lebih banyak fitur kenyamanan.

Peluncuran model-model terbaru menunjukkan bagaimana berat kendaraan terus meningkat di segmen premium China.

Baca juga: CATL perkenalkan produk-produk baterai mutakhir

Maextro V800 yang baru diperkenalkan memiliki panjang 5,5 meter dan berat kosong sekitar 3,2 ton, dengan berat kendaraan total (gross vehicle weight) mencapai 3,8 ton. Kendaraan ini diposisikan sebagai MPV mewah unggulan milik Huawei dan JAC.

Data dari China EV DataTracker menunjukkan bahwa kendaraan berukuran besar masih diminati di segmen premium China.

Maextro mengirimkan 1.147 unit kendaraan (S800) pada April 2026, meningkat 46,5 persen dibanding bulan sebelumnya, setelah mencatat 783 unit pada Maret dan 922 unit pada Februari.

Merek tersebut mencapai pengiriman bulanan tertinggi sebanyak 4.223 unit pada Desember 2025, yang menunjukkan permintaan yang tetap kuat terhadap kendaraan unggulan berukuran besar meskipun dalam beberapa kasus berat kosongnya telah melampaui 3 ton.

Baca juga: Leapmotor D19 diluncurkan dengan baterai EREV berkapasitas terbesar

Para ahli menggambarkan berat kendaraan sebagai sebuah kompromi, bukan semata-mata hal yang negatif. Baterai yang lebih besar, struktur bodi yang lebih kuat, sistem keselamatan yang lebih canggih, dan perangkat bantuan pengemudi yang lebih kompleks dapat meningkatkan jarak tempuh, kenyamanan, dan perlindungan bagi penumpang.

Namun, kendaraan yang lebih berat juga meningkatkan konsumsi energi, mempercepat keausan ban dan rem, serta dapat berdampak negatif pada karakteristik pengendalian kendaraan.

Estimasi industri yang dikutip CCTV menyebutkan bahwa pengurangan berat kendaraan sebesar 100 kg dapat menurunkan konsumsi listrik sekitar 7,5 persen per 100 km.

Kekhawatiran lain meliputi meningkatnya kebutuhan bahan baku baterai, emisi yang lebih tinggi selama proses produksi, serta bertambahnya kerusakan jalan akibat kendaraan yang lebih berat.

Baca juga: BYD segera pasang 3.000 Flash Charge di Eropa

Regulator mendorong kendaraan yang lebih ringan

Regulator di China telah mulai merespons melalui standar yang berfokus pada efisiensi. Standar nasional “Limits of Energy Consumption for Electric Vehicles Part 1: Passenger Cars” mulai berlaku pada 1 Januari 2026 dan memperkenalkan persyaratan konsumsi energi yang lebih ketat.

Sementara itu, aturan insentif pajak pembelian yang dijadwalkan berlaku pada 2026 mengharuskan kendaraan listrik berbasis baterai dengan berat lebih dari 2.710 kg mencapai konsumsi listrik CLTC di bawah 19,1 kWh per 100 km agar memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan pajak.

Produsen mobil semakin banyak berinvestasi pada material ringan, baterai semi-solid-state, dan kimia baterai dengan kepadatan energi yang lebih tinggi, seiring upaya industri untuk menyeimbangkan ukuran kendaraan, jarak tempuh, keselamatan, dan efisiensi.

Seiring kemajuan teknologi baterai, pengurangan berat kendaraan dapat menjadi sama pentingnya dengan peningkatan jarak tempuh dalam fase berikutnya perkembangan kendaraan listrik di China.

Baca juga: Geely fokus metanol, bobot mobil listrik baterai dinilai terlalu berat

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |