Dubes Iran: Selat Hormuz dibuka untuk negara yang patuhi protokol

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup, dan tetap dibuka untuk negara-negara yang mematuhi protokol lalu lintas dari Selat Hormuz, terutama pada saat perang.

"Tentu negara-negara yang tidak bekerja sama dengan pihak musuh, dan mereka yang mematuhi protokol lalu lintas dari Selat Hormuz, khususnya pada saat perang, mereka bisa melewati Selat Hormuz," kata Dubes Boroujerdi di kediamannya di Jakarta, Sabtu.

Dubes menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup. Selat Hormuz tetap dibuka untuk negara-negara yang tidak mengizinkan pihak musuh memanfaatkan wilayah mereka untuk menyerang Iran.

Dia memberikan contoh dua kapal Indonesia yang berhasil diizinkan melewati Selat Hormuz.

Namun demikian, dia menekankan bahwa Selat tersebut merupakan tempat di mana Iran perlu memastikan keamanannya, terutama di tengah serangan yang terus dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap negara tersebut.

Untuk itu, kapal-kapal yang melintasi Selat tersebut perlu mematuhi protokol lalu lintas yang ditetapkan pada keadaan perang.

"Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semuanya. Protokol lalu lintas di Selat Hormuz pada saat perang mengizinkan (kapal-kapal untuk) lewat," katanya menegaskan.

Dubes Boroujerdi menambahkan bahwa sampai saat ini, musuh imperialis dan Zionis masih terus melancarkan serangan yang menargetkan rumah-rumah warga, fasilitas-fasilitas sipil dan berbagai tempat publik lainnya.

Baca juga: Iran izinkan kapal-kapal India lewati Selat Hormuz dengan aman

Iran akan terus melawan dan menyerang. "Kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh," katanya.

Pihak musuh harus diberi pelajaran agar mereka belajar dari perkembangan yang terjadi. "Dan kelihatannya kami masih jauh dari posisi tersebut," kata Dubes Boroujerdi.

Pernyataan itu dia sampaikan usai acara santunan kepada 200 siswi Muslim Indonesia di Jakarta untuk mengenang syahidnya 175 siswi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, akibat serangan gabungan AS dan Zionis Israel.

Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta merenggut ratusan nyawa di kalangan warga sipil, termasuk 175 siswi Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Aksi biadab AS dan Zionis Israel itu juga melukai lebih dari 95 anak di sekolah itu.

Baca juga: Trump ancam serang fasilitas minyak Iran jika selat Hormuz ditutup

Pewarta: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |