Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Darrell Fernando, Sp.OG, SubspFER, MRCOG, MM, MARS, menyebutkan pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) tetap ampuh diberikan kepada wanita yang sudah melahirkan khususnya di usia produktif untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
Menurut dokter yang menjalani pendidikan di Universitas Indonesia untuk Subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi itu tidak sedikit wanita yang sudah menikah dan melahirkan di Indonesia namun ternyata belum mendapatkan vaksin HPV sebagai salah satu vaksin penting menjaga kesehatan organ reproduksinya.
"It's never too late, misalnya sudah menikah, sudah pernah berhubungan intim ngak apa-apa, cek dulu, nanti kita lihat kondisinya masing-masing. Never too late to catch up on the vaccine anyway," kata dokter Darrell dalam diskusi yang diikuti di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: KemenPPPA-POGI beri 100 vaksin HPV dalam Musyawarah Ibu Bangsa 2025
Baca juga: Uji coba vaksin HPV anak laki-laki di provinsi dengan cakupan baik
HPV merupakan virus yang dapat menular melalui aktivitas seksual dan bagi mereka yang belum terproteksi lewat vaksin khususnya wanita virus itu seringkali berakhir menjadi masalah besar seperti kanker serviks atau kanker mulut rahim.
Berdasarkan data Globocan di 2022, kanker serviks menempati posisi ketiga penderita kanker terbanyak di Indonesia dengan 36.964 kasus.
Maka dari itu, agar tidak menambah deretan kasus baru di masa mendatang maka pemberian vaksin HPV khususnya pada kelompok wanita produktif perlu digalakkan.
Dokter Darrell mengatakan tidak sedikit mispersepsi yang timbul di masyarakat mengenai infeksi HPV. Salah satunya pandangan bahwa seorang wanita akan aman dari penyakit infeksi HPV setelah menikah dan melahirkan karena hanya memiliki satu pasangan saja.
Pandangan ini menurutnya harus dipatahkan karena meski tidak berganti-ganti pasangan, HPV tetap dapat menular mengingat sifat virusnya yang dapat menempel melalui kontak kulit.
Apabila HPV yang menempel di kulit tersebut terpenetrasi lewat hubungan seksual maka ini yang akhirnya akan menjadi berbahaya.
Baca juga: Studi: Vaksin HPV efektif cegah kanker serviks hingga 80 persen
"Karena semua orang yang berhubungan intim bisa terpapar oleh HPV. Persepsi yang paling berbahaya ketika orang berpikiran 'saya kayaknya aman', padahal tidak, makannya kita perlu vaksin," kata dokter Darrell.
Menurut dokter Darell vaksin HPV selain dapat mencegah kanker serviks juga disebut efektif mencegah penyakit serius lainnya seperti kanker anus, kanker vagina, kanker orofariangeal. Bahkan pada laki-laki, vaksin ini dapat mencegah secara efektif terjadinya kanker penis dan kutil kelamin.
Serupa dengan paparan dokter Darell, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga melalui program-programnya menunjukkan bahwa pemberian vaksin HPV kepada masyarakat sebagai langkah mengeliminasi kanker serviks pada 2030.
Salah satu program Kemenkes yang dimaksud ialah pemberian vaksin HPV gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 SD (atau usia 11-12 tahun) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) secara nasional.
Terbaru, Kemenkes juga berencana memulai pemberian vaksin HPV pada anak laki-laku berusia 11 tahun untuk menekan angka kanker serviks mengingat laki-laki berpotensi menjadi pembawa (carrier) dan menularkan virus HPV kepada pasangan seksualnya.
Baca juga: Vaksin HPV pada perempuan dan laki-laki bantu cegah kanker
Baca juga: Kerja sama China perluas akses vaksin HPV bagi perempuan Indonesia
Baca juga: Kepala BPOM soroti kerja sama Indonesia-China perluas akses vaksin HPV
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































